Edukasi 13 Feb 2026 1 views

Universitas Terbuka Dorong Riset Dosen Masuk Industri lewat Paten

Judul: Universitas Terbuka Dorong Riset Dosen Masuk Industri lewat Paten Jakarta, Universitas Terbuka (UT) mendorong hasil riset para dosen tak berhenti sebagai kewajiban akademik...

Universitas Terbuka Dorong Riset Dosen Masuk Industri lewat Paten
Judul: Universitas Terbuka Dorong Riset Dosen Masuk Industri lewat Paten

Jakarta, Universitas Terbuka (UT) mendorong hasil riset para dosen tak berhenti sebagai kewajiban akademik, melainkan masuk pada tahap hilirisasi dan komersialisasi melalui perlindungan paten.Sejak 2025, UT telah mengajukan 42 permohonan paten, 22 di antaranya telah memperoleh sertifikat dari Dagang Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI.Sementara 20 paten lainnya masih berada dalam berbagai tahapan proses, mulai dari tanggapan substansi hingga menunggu pengumuman dan persetujuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :Universitas Terbuka Siap Wujudkan Kampus Berkualitas Dunia Mulai 2026Capaian tersebut diungkapkan dalam acara Penyerahan Sertifikat dan Sosialisasi Pengajuan Paten yang digelar di Ruang Rasamala, Wisma 2 Universitas Terbuka, Rabu (28/1).
Kegiatan itu menegaskan perubahan arah besar UT bahwa riset harus berujung pada inovasi yang terlindungi, bernilai ekonomi, dan berdampak langsung bagi masyarakat.Direktur Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI Andrieansjah mengajak sivitas akademika UT untuk memandang paten sebagai aset strategis."Sertifikat ini tidak hanya untuk dipajang, tetapi harus dimanfaatkan secara ekonomi atau dikomersialisasikan. Dan komersialisasi itu tidak harus menyasar industri besar, bisa juga melalui industri kecil dan UMKM," ujar Andrieansjah dalam kesempatan tersebut.Menurutnya, paten dapat dilisensikan, menghasilkan royalti, dan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Keilmuan LPPM UT Mery Noviyanti menjelaskan bahwa peningkatan pengajuan paten tak terlepas dari dukungan sistematis yang dimulai sejak tahun lalu."Awalnya dari nol. Karena itu kami menyelenggarakan konsinyering untuk mendorong pengajuan paten di UT," ujar Mery.Beragam inovasi yang dilahirkan meliputi berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pangan, pertanian, lingkungan, hingga UMKM. Semua ini mencerminkan ragam inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat.Di bidang pangan dan kesehatan, Eko Yuliastuti Endah Sulistyawati bersama tim mengembangkan komposisi bihun berbahan pati resisten dari beras hitam dan sagu, serta bihun berbahan beras merah kaya pati resisten sebagai pangan alternatif bagi penderita hiperkolesterolemia.Lihat Juga :Sambut Mahasiswa Baru, UT Tarakan Kenalkan Sistem Belajar Jarak JauhInovasi pangan lain hadir melalui metode pembuatan tepung parijoto yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.Pada sektor lingkungan dan pertanian, Nurhasanah bersama para inventor lainnya menghasilkan proses pembuatan pupuk organik cair dari ekstrak jagung sebagai pemacu pertumbuhan tanaman, teknologi pembakaran batu bata menggunakan limbah sekam padi, serta proses pengolahan limbah cair industri pengolahan daging secara biologis menggunakan bio-starter dan bakteri probiotik.Inovasi ini menjawab tantangan keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung sektor pertanian dan industri kecil.Kemudian Etty Puji Lestari bersama tim mengembangkan mesin Agricubesmart hidroponik untuk meningkatkan ketahanan pangan. Sementara itu, Rahmad Purnama dan kolega menghadirkan sistem lampu penerangan berbasis panel surya dengan stabilitas yang dioptimalkan.Alat perontok lada, kompor batik dengan wajan pegas, hingga perangkat peminjaman dan pengamanan buku mandiri melengkapi deretan paten yang menyasar kebutuhan UMKM, industri kreatif, dan sektor pendidikan.Dengan puluhan paten yang telah tersertifikasi dan masih terus diproses, Universitas Terbuka menunjukkan bahwa pendidikan tinggi berbasis jarak jauh mampu melahirkan inovasi yang membumi.Dari pangan, lingkungan, energi, hingga pendidikan, paten-paten UT menjadi jembatan antara kampus dan masyarakat.Selaras dengan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 tentang pertumbuhan ekonomi, dan SDG 9 tentang inovasi dan industrialisasi berkelanjutan, UT menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi Indonesia. (fef)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20260213134526-561-1327869/universitas-terbuka-dorong-riset-dosen-masuk-industri-lewat-paten
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.