Edukasi 10 Mar 2026 9 views

Cara Itikaf di Bulan Ramadhan, Rukun, dan Bacaan Niatnya

Judul: Cara Itikaf di Bulan Ramadhan, Rukun, dan Bacaan Niatnya Daftar Isi Cara itikaf di bulan Ramadhan Macam itikaf dan niatnya Hal yang membatalkan itikaf Jakarta, Itikaf adala...

Cara Itikaf di Bulan Ramadhan, Rukun, dan Bacaan Niatnya
Judul: Cara Itikaf di Bulan Ramadhan, Rukun, dan Bacaan Niatnya

Daftar Isi
Cara itikaf di bulan Ramadhan
Macam itikaf dan niatnya
Hal yang membatalkan itikaf
Jakarta, Itikaf adalah salah satu ibadah yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan. Itikaf adalah berdiam diri di masjid pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.Ketika berdiam diri di masjid, kamu bisa melakukan berbagai macam ibadah, mulai dari sholat, membaca Al Quran, sedekah, dan lain sebagainya.Lihat Juga :Berapa Lama Waktu Minimal Itikaf di Bulan Ramadhan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ternyata itikaf tidak bisa dilakukan sembarangan karena ada rukun dan tata cara yang harus dipenuhi agar ibadah diterima.Apa saja rukun dan bagaimana tata cara beritikaf di bulan Ramadhan?
Cara itikaf di bulan RamadhanMelansir dari berbagai sumber, berikut adalah bagaimana cara itikaf Ramadhan yang benar.Itikaf adalah ibadah dengan cara berdiam diri di masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ibadah ini sangat dianjurkan, terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw.Ada beberapa rukun dalam itikaf, yaitu:Niat: Itikaf harus diawali dengan niat. Tanpa niat, itikaf tidak sah.Berdiam diri di masjid: Minimal berdiam diri seukuran tuma'ninah dalam salat.Dilaksanakan di masjid: Itikaf hanya sah jika dilakukan di masjid.Dilakukan oleh orang yang memenuhi syarat. Syarat tersebut adalah beragama Islam, berakal sehat, dan suci dari hadas besar.Artinya, itikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang yang tidak memenuhi syarat tersebut. Jika itikaf dilakukan karena nazar, maka saat berniat harus menyebutkan status fardhu.Bahkan menurut pendapat yang kuat, itikaf yang dinazarkan menjadi wajib, baik ditentukan waktunya maupun tidak.Lihat Juga :Perhatikan, Ini Hal-Hal yang Diperbolehkan dan Dilarang saat ItikafMacam itikaf dan niatnyaItikaf terbagi menjadi tiga macam:1. Itikaf mutlak (tidak dibatasi waktu tertentu). Niatnya:نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَىArtinya: Aku berniat itikaf di masjid ini karena Allah.2. Itikaf terikat waktu tanpa terus-menerus (misalnya satu hari atau satu malam). Niatnya:نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَوْمًا/لَيْلًا كَامِلًا/شَهْرًا لِلهِ تَعَالَىArtinya: Aku berniat itikaf di masjid ini selama satu hari/satu malam penuh/satu bulan karena Allah.3. Itikaf terikat waktu dan berturut-turut. Niatnya:نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًاArtinya: Aku berniat itikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut karena Allah.Jika itikaf dinazarkan, maka niatnya harus menyebutkan kata fardhu, seperti:نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ فَرْضًا للهِ تَعَالَىArtinya: Aku berniat itikaf di masjid ini sebagai kewajiban karena Allah.Atau:نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فَرْضًا للهِ تَعَالَىArtinya: Aku berniat itikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut sebagai kewajiban karena Allah.Dalam itikaf mutlak, jika seseorang keluar dari masjid tanpa niat kembali, lalu masuk lagi, maka ia harus memperbarui niat karena itikaf sebelumnya terputus. Namun, jika ia keluar dengan niat kembali, maka niat awalnya tetap berlaku.Lihat Juga :Kapan Harus Mulai Itikaf Ramadhan 2026? Simak JadwalnyaHal yang membatalkan itikafAda sembilan hal yang dapat membatalkan itikaf:Berhubungan suami-istriMengeluarkan spermaMabuk dengan sengajaMurtadHaidNifasKeluar dari masjid tanpa alasan yang dibenarkanKeluar untuk kewajiban yang masih bisa ditundaSering keluar karena keinginan sendiriJika salah satu dari hal tersebut terjadi, maka itikaf batal. Untuk itikaf yang disyaratkan berturut-turut, jika batal maka harus mengulang dari awal.Namun, pahala itikaf yang sudah dilakukan tetap bernilai selama pembatalnya bukan karena murtad.Pada itikaf yang tidak berturut-turut, waktu yang batal tidak dihitung, dan saat melanjutkan harus memperbarui niat.Sedangkan pada itikaf mutlak, yang batal hanya kesinambungannya, sehingga itikaf berikutnya dianggap sebagai ibadah baru yang berdiri sendiri.Dengan memahami rukun, syarat, jenis, serta hal-hal yang membatalkan itikaf, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan, terutama pada 10 hari terakhir Ramadan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar.Demikian cara itikaf Ramadhan yang benar, rukun, macam, dan niat ketika hendak mengerjakannya. (sac/fef)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20260310100808-561-1336231/cara-itikaf-di-bulan-ramadhan-rukun-dan-bacaan-niatnya
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.