PT SRM Buka Suara soal Pekerja Asal China Diperiksa Imigrasi
Judul: PT SRM Buka Suara soal Pekerja Asal China Diperiksa Imigrasi Jakarta, PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) buka suara terkait pemeriksaan sejumlah pekerja asal China oleh Kantor I
Jakarta, PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) buka suara terkait pemeriksaan sejumlah pekerja asal China oleh Kantor Imigrasi Ketapang, menyusul insiden di area tambang emas perusahaan tersebut di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.Pemeriksaan itu dilakukan setelah 15 warga negara China dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang untuk mendalami status keimigrasian mereka di tengah kasus dugaan penyerangan terhadap petugas keamanan tambang dan prajurit TNI.Direktur Utama PT SRM Li Changjin menyatakan tuduhan penyerangan terhadap anggota TNI tidak memiliki bukti kuat. Ia menyebut para pekerja justru menjadi korban dalam insiden tersebut.
"Justru para pekerja Tionghoa tersebut yang menjadi korban penganiayaan. Mereka dipukuli dan diinjak dalam truk, hingga mengalami luka-luka lebam di bagian punggung, dada dan paha," kata Li dalam keterangan resmi, Jumat (19/12).Lihat Juga :PNS dan Karyawan Swasta Diimbau WFA pada 29-31 Desember
Li menyebut terdapat sembilan pekerja asing yang mengalami penganiayaan, dan semuanya merupakan pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Ketapang.Ia juga menyampaikan para pekerja tersebut telah menjalankan aktivitas teknis di tambang SRM selama bertahun-tahun, sebelum terjadi konflik internal dan pendudukan ilegal lokasi tambang oleh pihak tertentu.Li menilai rumor soal penyerangan terhadap TNI berasal dari pihak yang disebutnya bernama Firman dan Imran. Ia menuding keduanya menyebarkan tuduhan tersebut dan menduduki area pertambangan secara ilegal."Firman dan Imran secara ilegal menduduki lokasi pertambangan SRM dan tanah milik Pamar Lubis. Mereka menggunakan TNI, untuk menjaga kawasan SRM," ujarnya.
Li juga mempertanyakan dasar pengerahan prajurit TNI ke area tambang. Menurutnya, klaim bahwa pekerja melakukan penyerangan dan merusak kendaraan tidak sesuai dengan bukti."Tak ada bukti signifikan dalam video yang beredar memperlihatkan pekerja teknis SRM merusak mobil dan menyerang anggota TNI. Tapi justru merekalah yang menjadi korban pemukulan saat dibawa menuju tempat imigrasi," katanya.Li meminta penyelidikan dilakukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pemukulan. Ia juga menyampaikan adanya sengketa internal perusahaan yang kini tengah berproses di kepolisian terkait dugaan pemalsuan dokumen dan perebutan kepemilikan perusahaan.Sebelumnya, pihak Imigrasi Ketapang telah memastikan pemeriksaan terhadap 15 WNA asal China tersebut.Imigrasi menyatakan proses verifikasi keimigrasian masih berjalan untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran. Pemeriksaan itu dilakukan seiring penanganan polisi atas insiden yang terjadi di area tambang PT SRM. (del/pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20251219123815-85-1308601/pt-srm-buka-suara-soal-pekerja-asal-china-diperiksa-imigrasi
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Sampoerna Sukses Ciptakan Peluang Bagi 600 Pengusaha Lokal
13 Feb 2026
Cara Tukar Uang Baru Lebaran via Pintar BI, Pendaftaran Mulai Hari Ini
13 Feb 2026
Prabowo Terima Laporan Pengusaha: Konsumsi Naik Berkat MBG
13 Feb 2026
Prabowo soal Dana MBG: Padahal Sudah Berdarah, Ini Hasil Penghematan
13 Feb 2026
Sampoerna Perkuat Ekosistem RdanD, Libatkan 200 Ilmuwan Lokal
13 Feb 2026
Putihkan Piutang BPJS Kesehatan, Purbaya Klaim Sudah Transfer Rp20 T