Menperin Tak Masalah Pabrik Pindah ke Daerah UMP Murah
Judul: Menperin Tak Masalah Pabrik Pindah ke Daerah UMP Murah Jakarta, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita tak mempermasalahkan jika investor memindahkan p
Jakarta, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita tak mempermasalahkan jika investor memindahkan pabriknya ke daerah yang Upah Minimum Provinsi (UMP)-nya murah.Menurut Agus, relokasi itu tak masalah selama masih tetap di wilayah Indonesia dan tidak mengurangi kapasitas produksi.Kendati, ia meminta kepala daerah tetap menetapkan UMP dengan wajar agar investor tidak lari dari wilayahnya. Pasalnya, relokasi itu akan mempengaruhi perekonomian daerah yang ditinggalkan.
"Untuk UMP, itu kami berharap adanya wisdom yang tinggi dari kepala daerah. Kita tidak boleh lupa, berkali-kali sampaikan bahwa kami di Kemenperin tidak terlalu pusing dengan adanya relokasi pabrik, selama relokasi itu tetap di wilayah NKRI," ujarnya dalam Konferensi Pers Akhir Tahun Capaian Kinerja Industri 2025 di Kantor Kemenperin, Rabu (31/12).Lihat Juga :Sri Mulyani Tutup 2025 dengan Keikhlasan
Menurutnya, setiap daerah harusnya berlomba menetapkan UMP tinggi yang masih sesuai dengan wilayahnya. Sebab, itu menjadi salah satu syarat untuk menumbuhkan perekonomian dan investor akan memilih tetap tinggal kalau UMP seragam."Kenapa saya sampaikan, karena akhirnya daerah sendiri yang dia perlu menetapkan UMP yang kompetitif agar supaya pabrik-pabrik stay di daerahnya masing-masing, atau pabrik-pabrik baru investasi baru masuk ke daerahnya masing-masing karena UMP rasional," katanya.Agus menyebutkan penetapan UMP ini terjadi di semua negara, tidak hanya Indonesia. Apalagi tujuannya baik demi mendorong perekonomian wilayahnya masing-masing.
"Ini terjadi di mana pun di dunia, dan sehat-sehat saja menurut saya bahwa adanya dalam tanda kutip kompetisi antar daerah, sehat-sehat saja. Masing-masing daerah harus mampu, harus bisa menciptakan kebijakan daerahnya yang memang akan membawa pertumbuhan ekonomi lebih baik bagi daerahnya," terangnya.Di sisi lain, ia tetap optimis penyerapan tenaga kerja akan tetap tumbuh di 2026, bahkan bisa mencapai target. Dari sisi industri, penyerapan tenaga kerja diproyeksi bisa mencapai 21,6 juta pekerja sepanjang tahun depan."Yang menjadi penting dalam penyerapan tenaga kerja kan investasi, sesuatu yang kita perhatikan. Lalu, regulasi-regulasi yang membuat investor yang akan menciptakan lapangan kerja itu menjadi lebih nyaman membawa dananya masuk ke Indonesia," pungkasnya. (ldy/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20251231164505-92-1312372/menperin-tak-masalah-pabrik-pindah-ke-daerah-ump-murah
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Jejak Inovasi Huawei Pimpin Smartphone Lipat, dari Mate X ke Mate X7
13 Feb 2026
Bos Badan Gizi Klaim MBG Dorong Uang Beredar Rp29 T
13 Feb 2026
PT Garam Bakal Olah Limbah Kilang Balikpapan, Investasi Pabrik Rp7 T
13 Feb 2026
Purbaya Pastikan Misbakhun-Suahasil Tak Daftar Seleksi Bos OJK
13 Feb 2026
Purbaya soal Impor Ilegal Tiffany dan Co: Sepertinya Ada Kongkalikong
13 Feb 2026
Respons Danantara soal Target Laba 7 Persen dari Ribuan Aset BUMN