Pilihan Investasi untuk Dulang Cuan Tahun Ini
Pilihan Investasi untuk Dulang Cuan Tahun Ini Jakarta, Sejumlah instrumen investasi diprediksi mampu mendulang cuan tahun ini.Peluang untung muncul di tengah kondisi global
Jakarta, Sejumlah instrumen investasi diprediksi mampu mendulang cuan tahun ini.Peluang untung muncul di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian dan dorongan investor untuk mencari instrumen yang lebih stabil.Ketidakpastian geopolitik, dinamika perang dagang, hingga potensi perubahan suku bunga diperkirakan memengaruhi pola investasi dan membuat masyarakat melirik pilihan yang dinilai prospektif.
Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan ketidakpastian ini diperkirakan mendorong masyarakat kembali aktif berinvestasi demi mengantisipasi imbas ekonomi global terhadap pasar domestik.PERISKOP 2026Proyeksi Kurs Rupiah 2026, Bakal Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS?
"Di tahun 2026, memang investasi ini akan kembali mencuat. Orang akan kembali melakukan investasi di berbagai produk yang disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang tak menentu akibat geopolitik, kemudian perpolitikan di Amerika, tentang masalah perang dagang," ujar Ibrahim kepada .com, Senin (22/12)."Sehingga kondisi ekonomi secara global tidak baik-baik saja dan akan kembali imbasnya terhadap perekonomian di Indonesia," sambungnya.Ia menambahkan Bank Indonesia (BI) juga memberi sinyal prospek ekonomi nasional yang menantang sehingga pemilihan instrumen yang aman menjadi relevan."Bahkan Bank Indonesia sendiri mengatakan bahwa ekonomi di Indonesia kemungkinan tidak baik-baik saja tahun 2026, bahkan diamini oleh para pengusaha," ujarnya.Purbaya Pastikan Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026Dalam konteks tersebut, Ibrahim menyebut empat instrumen utama yang dinilai berpotensi cuan. Pertama, logam mulia seperti emas atau perhiasan karena menjadi aset lindung nilai saat pasar bergejolak."Investasi yang paling aman yang pertama adalah di logam mulia atau di emas perhiasan, itu yang pertama. Itu yang cuannya kemungkinan besar," ucap Ibrahim.Kedua, obligasi yang dipandang memberikan stabilitas pengembalian. Ketiga, deposito bagi investor konservatif. Keempat, saham berbasis perbankan dan komoditas."Di sekuritas saham-saham yang berbasis perbankan, berbasis komoditas, karena pada saat nanti geopolitik meletus, harga komoditas tambang ini pasti akan naik. Sehingga di sinilah tempat yang paling baik untuk para investor untuk menginvestasi saham-saham berbasis perbankan dan komoditas. Itu saja," jelasnya.Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina, Shell Dkk Usai Turun per 1 JanuariPerencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho menilai kondisi geopolitik yang belum stabil dan potensi penurunan suku bunga akan menjadi faktor penting dalam strategi investasi tahun ini."Pada skala global situasi geopolitik memang masih berlanjut kondisi ketidakpastiannya. Perang dagang dan tarif masih berlanjut dan berubah-ubah situasinya, selain juga konflik di berbagai negara belum mereda," ucap dia."Selain itu ada kemungkinan juga terjadi penurunan suku bunga acuan yang akan dimulai dari AS dan tentunya dapat berpengaruh ke Indonesia juga," jelas Andi.Namun, ia menilai pasar domestik tetap menunjukkan daya tahan kuat."Ekonomi Indonesia dapat dikatakan justru bertahan dan menggeliat. Hal ini tercermin dari pergerakan IHSG yang secara YTD (year to date) bisa tumbuh 21 persen, menunjukkan kepercayaan investor pada pasar dan perekonomian Indonesia," ujarnya.
Mengacu pada pandangannya, instrumen yang layak dipertimbangkan mencakup, pertama, logam mulia seperti emas atau perak. Dalam kondisi penuh ketidakpastian, ia menyebut aset ini biasanya menjadi pilihan investor karena termasuk safe haven.Kedua, obligasi ritel negara. Dengan kemungkinan penurunan suku bunga acuan, imbal hasil obligasi berpeluang semakin menarik. Ketiga, saham. Andi melihat pertumbuhan IHSG yang solid pada 2025 menjadi sinyal aliran dana yang berpotensi terus mengalir ke pasar modal domestik.Keempat, reksadana berbasis saham dan campuran."Dikarenakan obligasi dan saham berpotensi naik, maka reksadana sebagai instrumen turunannya juga dapat ikut memberikan cuannya juga," jelas Andi. (del/sfr)
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026
28 May 2026
Dari Sumatra ke Nusa Tenggara, BNI Salurkan 1.200 Kurban Iduladha 2026
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'
28 May 2026
Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
28 May 2026
Harga Emas Antam Turun Rp31.000 Jadi Rp2,754 Juta/gram