Purbaya Ogah Beri Insentif ke Bursa Jika Saham Gorengan Masih Subur
Judul: Purbaya Ogah Beri Insentif ke Bursa Jika Saham Gorengan Masih Subur Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum akan membahas pember
Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum akan membahas pemberian insentif kepada investor pasar modal selama praktik saham gorengan masih marak di bursa.Menurutnya, pembenahan pengawasan dan penindakan menjadi prasyarat sebelum insentif kebijakan dipertimbangkan.Purbaya mengatakan hingga saat ini belum ada permintaan resmi terkait insentif tersebut. Ia menilai pemberian insentif perlu disertai tolok ukur yang jelas, terutama terkait upaya penertiban perilaku transaksi yang merugikan investor.
"Belum. Mereka belum minta insentif. Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang ditangkap," ujarnya usai menghadiri acara Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (2/1).Lihat Juga :Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Maret 2026
Ia juga menyebut akan terus memantau keseriusan langkah-langkah yang disiapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menekan praktik transaksi tidak wajar."Tadi kan Pak Mahendra sudah menyebutkan beberapa langkah. Saya akan lihat, akan nilai terus dia serius atau enggak," kata Purbaya.Dalam acara pembukaan perdagangan bursa, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar memaparkan kontribusi pasar saham terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia meningkat signifikan, dari 56 persen pada akhir 2024 menjadi 72 persen pada akhir 2025.Namun, Mahendra menilai peningkatan tersebut juga diikuti tantangan perlindungan investor ritel yang kian besar seiring melonjaknya partisipasi masyarakat di pasar saham.
"Artinya, semakin meningkatkan urgency penguatan aspek pelindungan termasuk melindungi investor ritel dari praktik kemungkinan goreng-menggoreng saham, transaksi tidak wajar, serta kemungkinan bentuk manipulasi lainnya," ujar Mahendra.Dalam periode yang sama, porsi transaksi investor ritel tercatat naik dari 38 persen menjadi 50 persen. Kondisi ini dinilai membuat pengawasan pasar menjadi semakin krusial agar pertumbuhan pasar saham tidak diiringi risiko yang merugikan investor.Saham gorengan sendiri merujuk pada saham yang pergerakannya tidak mencerminkan kinerja fundamental perusahaan dan didorong oleh rekayasa pihak tertentu. Praktik ini dinilai berisiko menimbulkan kerugian, terutama bagi investor ritel yang jumlahnya terus bertambah di pasar saham nasional. (del/pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260102131023-532-1312830/purbaya-ogah-beri-insentif-ke-bursa-jika-saham-gorengan-masih-subur
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Jejak Inovasi Huawei Pimpin Smartphone Lipat, dari Mate X ke Mate X7
13 Feb 2026
Bos Badan Gizi Klaim MBG Dorong Uang Beredar Rp29 T
13 Feb 2026
PT Garam Bakal Olah Limbah Kilang Balikpapan, Investasi Pabrik Rp7 T
13 Feb 2026
Purbaya Pastikan Misbakhun-Suahasil Tak Daftar Seleksi Bos OJK
13 Feb 2026
Purbaya soal Impor Ilegal Tiffany dan Co: Sepertinya Ada Kongkalikong
13 Feb 2026
Respons Danantara soal Target Laba 7 Persen dari Ribuan Aset BUMN