Ekonomi 02 Jan 2026 3 views

Bos Bulog Bocorkan Progres Perubahan Jadi Badan di Bawah Presiden

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan perkembangan rencana perubahan status Bulog menjadi badan otonom yang langsung berada di bawah presiden, sesuai kein...

Bos Bulog Bocorkan Progres Perubahan Jadi Badan di Bawah Presiden
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan perkembangan rencana perubahan status Bulog menjadi badan otonom yang langsung berada di bawah presiden, sesuai keinginan Presiden Prabowo Subianto. Rizal menyatakan bahwa rencana ini sedang dibahas lebih lanjut di DPR RI dan diharapkan ada kepastian dalam waktu dekat.

"Ini sedang proses di Komisi 4 DPR RI, sedang digodok dan sudah kemarin bulan Desember juga terakhir ada rapat di Jogja. Terus kalau enggak salah hari ini juga ada rapat lanjutan. Jadi teman-teman mohon waktu dan sabar saja insyaallah dalam waktu dekat akan segera ada kepastian," ujar Rizal dalam konferensi pers di kantor pusat Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (2/1).

Rizal juga menyampaikan harapan Presiden Prabowo agar Bulog bisa kembali berjaya seperti pada era Kepala Bulog Bustanul Arifin di masa Presiden Soeharto. Saat itu, tugas Bulog tidak hanya mengurus beras, tetapi juga bahan pokok lainnya.

"Jadi harapannya sesuai dengan keinginan presiden, Bulog kembali jaya seperti zaman dulu, zamannya Pak Bustanul Arifin (Kepala Bulog era Presiden Soeharto). Jadi Bulog itu jangan hanya ngurusin beras, tapi ngurusin seluruhnya, sehingga untuk menjamin seperti yang disampaikan beliau adalah kemandirian pangan," jelasnya.

"Yang namanya mandiri itu kan kita harus pegang sendiri beras, minyak, gula tepung, apa, telur, dan sebagainya daging harus kita pegang sendiri. Jangan dipegang orang lain. Itu namanya mandiri. Harapannya Bulog seperti itu," terang Rizal.

Sebelumnya, pada November 2024, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan alasan di balik perubahan Bulog menjadi badan otonom di bawah presiden, bukan lagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, perubahan ini merupakan upaya Indonesia untuk mencapai target swasembada pangan dalam empat hingga lima tahun ke depan. Dengan demikian, Bulog tidak akan lagi beroperasi secara komersial untuk mencari keuntungan.

"Itu sudah kita sepakati, juga telah diputuskan untuk mencapai swasembada pangan itu, maka fungsi Bulog harus kembali, harus transformasi lembaganya, enggak bisa komersial lagi," ujarnya dalam konferensi pers di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2024).

Zulhas menambahkan bahwa Bulog nantinya tidak akan lagi menerapkan skema komersial dalam penyerapan gabah atau beras. "Kalau komersial nanti beli jagung raya, beli gabah itu kadang-kadang hitung-hitungan. Bulog ini untung apa rugi, kalau rugi diperiksa. Sudah disepakati tadi, yang penting lembaganya akan ada perubahan," imbuh Zulhas.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260102140056-532-1312847/bos-bulog-bocorkan-progres-perubahan-jadi-badan-di-bawah-presiden
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.