Neraca Dagang RI Surplus 67 Bulan Beruntun, US$2,66 M November 2025
Judul: Neraca Dagang RI Surplus 67 Bulan Beruntun, US$2,66 M November 2025 Jakarta, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$2,66 miliar pada N
Jakarta, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$2,66 miliar pada November 2025.Angka tersebut naik 11,29 persen dibandingkan surplus bulan sebelumnya yang mencapai US$2,39 miliar."Pada November 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar US$2,66 miliar. Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam Konferensi Pers BPS, Senin (5/1).
Pudji mengatakan surplus pada November 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$4,64 miliar. Tiga komoditas penyumbang surplus utama adalah lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), besi dan baja (HS 72), serta nikel dan barang daripadanya (HS 75).Sementara itu, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit US$1,98 miliar. BPS mencatat komoditas penyumbang defisit tersebut adalah minyak mentah dan hasil minyak.
Lihat Juga :10 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar Dunia, Venezuela JawaraEksporBPS mencatat nilai ekspor pada November 2025 mencapai US$22,52 miliar atau turun 6,08 persen secara year on year (yoy).Rinciannya, ekspor migas senilai US$0,88 miliar atau turun 32,88 persen dan nilai ekspor nonmigas merosot 5,09 persen menjadi US$21,64 miliar."Penurunan nilai ekspor November 2025 secara tahunan terutama didorong oleh penurunan nilai ekspor non migas," ungkap Pudji.Ada 3 komoditas utama penyebab penurunan ekspor tahunan. Pertama, bahan bakar mineral (HS 27) yang turun 18,89 persen dengan andil -0,277 persen.Kedua, lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) yang turun 18,81 persen dengan andil -2,12 persen. Ketiga, komoditas besi dan baja (HS 72) tercatat turun 17,14 persen dan memberikan andil -1,71 persen terhadap total nilai ekspor.
ImporSementara itu, total nilai impor pada November 2025 mencapai US$19,86 miliar atau naik 0,46 persen dibandingkan November 2024.Pudji merinci nilai impor migas menyentuh US$2,86 miliar atau naik 11,19 persen secara tahunan. Sedangkan impor nonmigas tembus US$17 miliar, yakni turun 1,15 persen secara yoy."Peningkatan nilai impor secara tahunan ini didorong oleh peningkatan impor migas dengan andil sebesar 1,46 persen," tandasnya. (fby/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260105114217-92-1313610/neraca-dagang-ri-surplus-67-bulan-beruntun-us-266-m-november-2025
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Per Februari 2026, Rp1,65 Triliun KUR Syariah BSI Jangkau 11 Ribu UMKM
06 Apr 2026
Lesu di Penghujung Kuartal I, IHSG Maret Ambles 14,4% ke 7.048
06 Apr 2026
Hadapi Krisis, Purbaya Ungkap RI Ogah Ikuti Saran IMF
06 Apr 2026
Menko Airlangga Izinkan Harga Tiket Pesawat Domestik Naik 13 Persen
06 Apr 2026
Direstui Prabowo Caplok PNM, Purbaya Bakal Sulap Jadi Bank UMKM
06 Apr 2026
Purbaya Tepis Isu Kas Negara Seret, BBM Subsidi Dijamin Tak Naik