Bapanas Pede Indonesia Swasembada Beras pada 2026
Badan Pangan Nasional (Bapanas) optimistis Indonesia akan mencapai swasembada beras pada tahun 2026. Keyakinan ini didasari oleh proyeksi stok beras nasional yang tinggi, atau *car...
Menurut Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 yang disusun Bapanas, stok beras pada awal tahun 2026 diperkirakan mencapai 12,529 juta ton. Angka ini mencakup Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Perum Bulog sebesar 3,248 juta ton, sementara sisanya tersebar di rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan, pedagang, serta sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).
Dengan kondisi ini, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2026. "Sesuai arahan Bapak Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, Indonesia tidak perlu impor beras konsumsi di tahun 2026. Ini melanjutkan komitmen pemerintah dalam mendukung petani Indonesia karena tahun 2025 juga tidak ada impor. Pemerintah optimistis ketersediaan beras ini sangat kuat. Indonesia telah mencapai swasembada beras," ujar Astawa di Jakarta pada Jumat (2/1).
Stok beras awal tahun 2026 ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Bapanas mencatat kenaikan sebesar 203,05 persen dari stok awal 2024 yang sebesar 4,134 juta ton, dan meningkat 49,12 persen dari stok awal 2025 yang mencapai 8,402 juta ton. "Tentu kita patut bersyukur dengan kondisi stok beras secara nasional untuk awal 2026, sangat tinggi dan sangat aman. Ini berkat kerja keras para petani dan dukungan Kementerian Pertanian serta *stakeholder* lainnya," tambah Deputi Ketut.
Keputusan untuk tidak mengimpor beras umum maupun beras bahan baku industri diambil pemerintah saat menetapkan Neraca Komoditas Tahun 2026. Dalam forum yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, tidak ada kesepakatan mengenai kuota impor beras umum. Pada tahun 2025, Indonesia juga tidak mengimpor beras umum yang sebelumnya sempat ditugaskan kepada Perum Bulog. Selain itu, impor beras bahan baku industri juga ditiadakan pada 2026, dengan pemerintah mendorong pelaku usaha nasional untuk mengoptimalkan bahan baku lokal seperti beras pecah dan beras ketan pecah.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa ketersediaan beras nasional sangat aman, bahkan hingga memasuki Ramadan dan Lebaran. "Inilah stok tertinggi di akhir tahun selama merdeka. (Jadi) bukan aman, ada saatnya, (stok kita) sangat aman. Sekarang tanpa impor, stok kita (CBP) lebih dari 3 juta ton. Itu tertinggi sepanjang sejarah. Beras kita surplus. Jadi tidak ada masalah sampai Ramadan. Tidak ada masalah. Semua aman," kata Amran.
Dengan stok awal 2026 sebesar 12,529 juta ton, Bapanas memperkirakan ketersediaan beras nasional mampu mencukupi kebutuhan selama hampir lima bulan, dengan asumsi konsumsi beras bulanan sebesar 2,591 juta ton. Sementara itu, proyeksi produksi beras pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 34,7 juta ton, sehingga stok akhir 2026 diproyeksikan menguat di level 16,194 juta ton.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260105154323-92-1313728/bapanas-pede-indonesia-swasembada-beras-pada-2026
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
AS Izinkan 5 Perusahaan Minyak Raksasa Beroperasi di Venezuela
13 Feb 2026
Jejak Inovasi Huawei Pimpin Smartphone Lipat, dari Mate X ke Mate X7
13 Feb 2026
Bos Badan Gizi Klaim MBG Dorong Uang Beredar Rp29 T
13 Feb 2026
PT Garam Bakal Olah Limbah Kilang Balikpapan, Investasi Pabrik Rp7 T
13 Feb 2026
Purbaya Pastikan Misbakhun-Suahasil Tak Daftar Seleksi Bos OJK
13 Feb 2026
Purbaya soal Impor Ilegal Tiffany dan Co: Sepertinya Ada Kongkalikong