ASDP Layani 3,4 Juta Penumpang dan 850 Ribu Kendaraan Saat Nataru
Judul: ASDP Layani 3,4 Juta Penumpang dan 850 Ribu Kendaraan Saat Nataru Jakarta, PT ASDP Indonesia Ferry melayani 3,4 juta penumpang dan 850 kendaraan di 15 lintasan pantauan nas
Jakarta, PT ASDP Indonesia Ferry melayani 3,4 juta penumpang dan 850 kendaraan di 15 lintasan pantauan nasional selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan secara kumulatif pada periode H-10 hingga H+10, total penumpang yang menyeberang mencapai 3.445.335 orang, meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, total kendaraan tercatat 850.426 unit, atau naik 6,7 persen, mencerminkan tingginya pergerakan masyarakat sekaligus efektivitas pengelolaan operasional penyeberangan nasional.
"ASDP memastikan layanan pada puncak arus berangkat maupun balik selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 secara keseluruhan berjalan lancar, aman, selamat, dan terkendali melalui pengaturan jadwal kapal, kesiapan sumber daya manusia, optimalisasi fasilitas pelabuhan, serta pemantauan intensif melalui posko terpadu," ujar usai menghadiri Penutupan Posko Angkutan Nataru di Kementerian Perhubungan, dalam keterangan resmi, Senin (5/1).
Lihat Juga :
Airlangga Respons soal Penangkapan Maduro dan Efeknya ke Indonesia
"Kepatuhan pengguna jasa dalam membeli tiket secara daring melalui Ferizy juga berperan penting dalam menjaga keteraturan layanan," imbuhnya.
Sejalan dengan capaian tersebut, Kementerian Perhubungan secara resmi menutup Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta melakukan evaluasi bersama para stakeholders.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa penyelenggaraan angkutan Nataru berjalan dengan baik, lancar, dan tidak terdapat gangguan ekstrem yang berdampak signifikan. Ia menilai Posko Nataru menjadi cerminan kuatnya sinergi antar kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, operator transportasi, serta seluruh pemangku kepentingan.
Penguatan layanan tersebut tercermin pada kinerja harian. Berdasarkan data Posko ASDP selama H+10 (4 Januari 2026 pukul 00.00-23.59 WIB), tercatat 1.000 trip kapal beroperasi di 15 lintasan pantauan nasional dengan realisasi 204.069 penumpang, meningkat 18,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi kendaraan, realisasi roda dua mencapai 21.478 unit atau naik 65,3 persen. Kendaraan roda empat tercatat 19.541 unit, tumbuh 4,9 persen, sedangkan bus mencapai 1.650 unit atau naik 5,4 persen.
Sementara itu, truk yang menyeberang tercatat 9.170 unit, turun 10,7 persen, sejalan dengan pengaturan distribusi logistik selama periode Nataru. Secara keseluruhan, 51.839 unit kendaraan telah menyeberang pada H+10, meningkat 19,3 persen dibandingkan tahun lalu.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa kenaikan penumpang dan mayoritas segmen kendaraan menunjukkan optimalnya pengelolaan layanan penyeberangan. Ke depan, penguatan berkelanjutan akan difokuskan pada lintasan utama sebagai bagian dari kesiapan menghadapi angkutan Lebaran.
Lebih lanjut, perusahaan mengimbau masyarakat untuk membeli tiket sejak jauh hari, mengisi data identitas secara lengkap dan benar, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal.
"Komitmen menjaga kelancaran dan kualitas layanan akan terus dilakukan, tidak hanya selama Nataru, tetapi sepanjang tahun, guna memastikan konektivitas antarpulau tetap terjaga bagi masyarakat Indonesia," pungkas Windy.
(ldy/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260105194722-92-1313829/asdp-layani-34-juta-penumpang-dan-850-ribu-kendaraan-saat-nataru
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
AS Izinkan 5 Perusahaan Minyak Raksasa Beroperasi di Venezuela
13 Feb 2026
Jejak Inovasi Huawei Pimpin Smartphone Lipat, dari Mate X ke Mate X7
13 Feb 2026
Bos Badan Gizi Klaim MBG Dorong Uang Beredar Rp29 T
13 Feb 2026
PT Garam Bakal Olah Limbah Kilang Balikpapan, Investasi Pabrik Rp7 T
13 Feb 2026
Purbaya Pastikan Misbakhun-Suahasil Tak Daftar Seleksi Bos OJK
13 Feb 2026
Purbaya soal Impor Ilegal Tiffany dan Co: Sepertinya Ada Kongkalikong