Ekonomi 09 Jan 2026 5 views

Peternak Ungkap Permintaan Susu Sapi Naik 20% di Tengah Kelangkaan

Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI), Agus Warsito, mengungkapkan bahwa permintaan pasokan susu sapi segar dari industri pengolahan susu meningkat lebih dari 20 per...

Peternak Ungkap Permintaan Susu Sapi Naik 20% di Tengah Kelangkaan
Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI), Agus Warsito, mengungkapkan bahwa permintaan pasokan susu sapi segar dari industri pengolahan susu meningkat lebih dari 20 persen. Kenaikan ini terjadi di tengah isu kelangkaan susu UHT di pasaran ritel.

Kelangkaan susu UHT di sejumlah toko ritel telah memicu keluhan masyarakat di media sosial. Banyak yang menduga produk tersebut diborong untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan, beberapa ritel memberlakukan pembatasan pembelian susu, maksimal 4 buah per orang.

Agus Warsito menyatakan pada Jumat (9/1) bahwa semua pabrikan meminta tambahan pasokan susu segar secara signifikan, dengan kenaikan lebih dari 20 persen.

Sebelumnya, pada Rabu (7/1), stok susu UHT varian full cream di salah satu gerai Indomaret di Bekasi telah kosong selama seminggu. Silvia, seorang kasir, menjelaskan bahwa stok susu putih tersebut belum dikirim lagi karena diborong untuk program MBG. "Kemarin diborong untuk MBG, setiap masuk barang baru pasti diborong," ungkapnya.

Meskipun demikian, stok susu UHT di gerai Superindo dan Alfamart di daerah yang sama terpantau masih tersedia dan tidak ada pembatasan pembelian.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengakui bahwa susu memang menjadi salah satu menu dalam program MBG yang permintaannya tinggi. "Susu memang banyak, kan kebutuhannya banyak," ujar Nanik di SMK Negeri 1 Jakarta, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/1).

Namun, Nanik memastikan bahwa pasokan nasional secara keseluruhan masih tersedia. Pemerintah sedang berupaya memperkuat produksi dengan membangun pabrik-pabrik baru dan mengembangkan peternakan. "Ini lagi dibangun pabrik-pabrik baru, pemerintah kan sekarang lagi bangun 500 peternakan," jelasnya.

Nanik juga berpendapat bahwa peningkatan penyerapan susu untuk program MBG akan mendorong aktivitas industri, meningkatkan volume produksi pabrik, dan membuka peluang penyerapan tenaga kerja.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin, menjelaskan bahwa ritel biasanya menjual produk sesuai permintaan pembeli akhir. Jumlah produk yang dijual ditentukan berdasarkan rata-rata bulan sebelumnya. Jika ada lonjakan permintaan, ritel akan meminta lebih banyak stok kepada produsen.

Tanpa menyebut program MBG, Solihin mengakui bahwa banyak industri saat ini membutuhkan produk susu UHT dan membelinya di ritel. "Sekarang ini kan banyak industri, karena ada keperluan tertentu, sehingga banyak komponen UHT itu digunakan saat ini," terang Solihin.

Ia menyarankan agar industri yang membutuhkan produk dalam jumlah besar dapat langsung menghubungi produsen. "Barang ada di produsen. Tidak menutup kemungkinan yang membutuhkan dalam jumlah besar bisa juga langsung menghubungi produsen. Tinggal kebijakan produsen, keperluannya buat di mana nih," ujar Solihin.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260109143554-92-1315283/peternak-ungkap-permintaan-susu-sapi-naik-20-di-tengah-kelangkaan
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.