Produk Susu Nestle Apa yang Ditarik Peredarannya di Indonesia?
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan bahwa produk S-26 Promil Gold pHPro1 (susu formula bayi usia 0-6 bulan) dari Nestlé menjadi produk yang ditarik peredarannya di I...
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa berdasarkan data importasi, dua bets produk formula bayi tersebut telah masuk ke Indonesia. Namun, hasil pengujian sampel dari kedua bets menunjukkan bahwa toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ < 0,20 µg/kg).
Penarikan produk formula bayi produksi Nestlé Suisse SA - Pabrik Konolfingen, Swiss, di beberapa negara disebabkan oleh potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku asam arakidonat (ARA) dan minyak tertentu yang digunakan dalam produksi.
PT Nestlé Indonesia telah secara sukarela menarik seluruh produk formula bayi dengan nomor bets yang terdampak, di bawah pengawasan BPOM. Ke depan, Nestlé diminta untuk menghentikan distribusi dan importasi produk susu formula bayi tersebut ke Indonesia. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut peringatan keamanan pangan global yang dikeluarkan oleh European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN).
Taruna Ikrar menambahkan bahwa hingga saat ini, belum ada laporan kasus sakit yang terkonfirmasi di Indonesia terkait konsumsi produk formula bayi tersebut. Meskipun hasil pengujian menunjukkan tidak ada cemaran, BPOM tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan kesehatan masyarakat, mengingat kerentanan bayi sebagai konsumen produk ini.
Nestlé menyatakan bahwa mereka menanggapi serius semua pertanyaan konsumen dan sedang melakukan penyelidikan. Setelah terdeteksi adanya masalah kualitas pada bahan baku dari pemasok, Nestlé telah melakukan pengujian terhadap semua minyak asam arakidonat (ARA) dan campuran minyak terkait yang digunakan dalam produksi nutrisi susu formula bayi yang berpotensi terpengaruh.
Nestlé telah menarik susu formula bayi sejak Desember, khususnya produk yang dijual di seluruh Eropa, Turki, dan Argentina. Produk di negara-negara tersebut kemungkinan telah terkontaminasi cereulide, yaitu racun yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus. Penarikan ini berdampak pada 49 negara yang tersebar di kawasan Eropa, Amerika, serta Asia, Oceania, dan Afrika.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260114153051-92-1317037/produk-susu-nestle-apa-yang-ditarik-peredarannya-di-indonesia
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Artha Graha Peduli Telaah Imlek dalam Perspektif Imagined Community
14 Feb 2026
Persiapan Jelang Puasa, Alat Masak Diskon di Transmart Full Day Sale
14 Feb 2026
Bulog Bidik Ekspor ke Arab Saudi Lewat Beras Haji Nusantara
14 Feb 2026
Transmart Full Day Sale Korting Harga Barang Elektronik Besok
14 Feb 2026
MBG Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif
14 Feb 2026
Siap-siap, Transmart Full Day Sale Tebar Diskon 50% + 20% Lagi Besok