Ekonomi 27 Jan 2026 5 views

Purbaya Ancam 'Sikat' Dirjen Pajak dan Bos Bea Cukai

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan mencopot Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama jika kinerja kedua direkt...

Purbaya Ancam 'Sikat' Dirjen Pajak dan Bos Bea Cukai
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan mencopot Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama jika kinerja kedua direktorat tersebut tidak membaik tahun ini. Ancaman ini muncul setelah target penerimaan negara tahun lalu tidak tercapai. Realisasi setoran pajak tercatat sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target, sementara penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target.

Purbaya menyatakan bahwa ia memaklumi kegagalan target tahun lalu karena baru menjabat sebagai Menteri Keuangan pada September 2025. Namun, untuk tahun ini, ia tidak akan lagi menggunakan alasan tersebut. "Tahun ini, saya enggak bisa bilang saya menteri baru. Kalau enggak beres pasti saya yang disikat duluan. Tapi sebelum saya disikat, saya sikat Dirjen Pajaknya sama Dirjen Bea Cukainya duluan," tegas Purbaya di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1).

Selain pimpinan direktorat, Purbaya juga berencana merombak jajaran pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) demi menekan kebocoran penerimaan negara. "Saya sedang memperbaiki Bea Cukai dan Pajak. Ini serius besok diobrak-abrik tuh salah satu. Itu harusnya akan memperbaiki cara kerja Pajak dan Bea Cukai dan harusnya yang bocor-bocor itu enggak akan terjadi lagi ke depan," ujarnya.

Purbaya sebenarnya sudah berniat merombak kedua direktorat tersebut sejak tahun lalu, namun menyadari bahwa perombakan besar-besaran di akhir tahun berisiko mengganggu upaya menggenjot penerimaan negara. Sebagai langkah awal, Purbaya akan merumahkan lima pejabat DJBC pada lima pelabuhan besar. "Yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja. Untuk pesan bahwa kita serius tahun ini. Jadi pejabat di lima pelabuhan besar akan diganti semua," tegasnya.

Untuk pengganti, Purbaya akan mengoptimalkan pegawai yang sudah ada. "Ada yang saya tukar. Kalau dari luar kan biasanya sih enggak tahu operasi Bea Cukai akan lebih lama. Tapi yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja," terang Purbaya.

Pada November lalu, Purbaya pernah melontarkan ancaman untuk membekukan DJBC dan merumahkan 16 ribu pegawainya. Ia bahkan sudah meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi Ditjen Bea Cukai selama setahun ke depan. "Biarkan, beri waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai. Karena ancamannya serius, kalau Bea Cukai gak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih enggak puas, Bea Cukai bisa dibekukan," ucap Purbaya usai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta Pusat, Kamis (27/11) lalu.

Purbaya juga tidak segan untuk mengadopsi cara Presiden ke-2 RI Soeharto yang merekrut perusahaan Swiss Suisse Generale Surveillance (SGS3) untuk menjalankan tugas bea cukai. "Diganti dengan SGS (Suisse Generale Surveillance), seperti zaman dulu lagi. Jadi, sekarang Bea Cukai, orang-orang Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi," ujarnya. Menurut Purbaya, setelah ancaman tersebut, pegawai Bea Cukai semakin semangat untuk memperbaiki kinerja.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260127131404-532-1321528/purbaya-ancam-sikat-dirjen-pajak-dan-bos-bea-cukai
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.