Ekonomi 29 Jan 2026 6 views

Amazon Bakal PHK Massal 16 Ribu Karyawan Global

Amazon, perusahaan teknologi raksasa global, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 16 ribu karyawannya di seluruh dunia. Ini merupakan gelombang PHK besar ked...

Amazon Bakal PHK Massal 16 Ribu Karyawan Global
Amazon, perusahaan teknologi raksasa global, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 16 ribu karyawannya di seluruh dunia. Ini merupakan gelombang PHK besar kedua dalam empat bulan terakhir.

Sejak Oktober 2025, Amazon telah memangkas sekitar 30 ribu karyawan, sebagian besar di pusat pemenuhan pesanan dan pergudangan. Jumlah ini mencapai 10 persen dari total karyawan Amazon yang berjumlah 1,58 juta orang di bawah kepemimpinan CEO Andy Jassy. Angka PHK dalam empat bulan terakhir ini merupakan yang terbesar dalam tiga dekade, melampaui 27 ribu karyawan yang dipangkas antara akhir 2022 hingga awal 2023.

Kepala Eksekutif Sumber Daya Manusia Amazon, Beth Galetti, menjelaskan bahwa PHK ini diperlukan untuk memperkuat perusahaan dengan mengurangi lapisan manajemen, meningkatkan kepemilikan, dan menghilangkan birokrasi. Galetti juga tidak menutup kemungkinan adanya pemangkasan lanjutan di beberapa tim.

Amazon mengakui bahwa mereka melakukan perekrutan berlebihan selama pandemi Covid-19, ketika permintaan belanja online melonjak. Meskipun demikian, Galetti menegaskan bahwa pemangkasan karyawan setiap bulan bukanlah rencana perusahaan.

Pada Selasa (27/1), Amazon telah mengirimkan email terkait rencana PHK kepada beberapa karyawan Amazon Web Services (AWS), yang menyebabkan kecemasan di kalangan pekerja. Meskipun alasan pasti PHK belum diumumkan, karyawan dari berbagai unit seperti AWS (layanan cloud), divisi ritel, Prime Video, SDM, Kindle, dan tim optimasi rantai pasokan telah terdampak.

Pemangkasan karyawan ini juga mencerminkan pergeseran fokus perusahaan ke arah kecerdasan buatan (AI) dan otomasi. Peningkatan AI dianggap dapat membantu perusahaan dalam berbagai tugas, mulai dari administrasi rutin hingga masalah kompleks seperti coding.

Sebelumnya, CEO Andy Jassy pernah menyatakan bahwa peningkatan penggunaan alat AI akan meningkatkan otomatisasi tugas dan mengurangi pekerjaan di perusahaan. Dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, beberapa eksekutif juga mengemukakan bahwa AI akan menyebabkan hilangnya pekerjaan lama dan munculnya pekerjaan baru. Dua sumber bahkan menyebutkan bahwa AI akan digunakan sebagai alasan oleh perusahaan untuk memangkas karyawan.

Amazon sendiri telah mengalokasikan investasi hampir US$100 miliar pada tahun 2025 untuk pengembangan AI, yang secara bertahap mulai menggantikan beberapa fungsi pekerjaan manusia.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260129160717-92-1322454/amazon-bakal-phk-massal-16-ribu-karyawan-global
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.