Pengamat Nilai Polis Asuransi Dolar Efektif Jaga Daya Beli Masa Depan
Pengamat menilai polis asuransi dalam denominasi dolar efektif untuk menjaga daya beli di masa depan. Industri asuransi jiwa di Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh positif hi...
Peningkatan ini meliputi tertanggung perorangan yang naik menjadi 22,32 juta orang (16,9 persen) dan tertanggung kumpulan yang mencapai 129,25 juta orang (12,1 persen).
Di tengah dinamika pasar dan volatilitas ekonomi global, tantangan bagi pemegang polis adalah menjaga nilai riil manfaat proteksi di masa depan. Inflasi dan fluktuasi nilai tukar sering kali membuat nilai santunan yang direncanakan saat ini menjadi tidak memadai di kemudian hari. Perubahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing dapat mengikis daya beli manfaat asuransi, terutama untuk kebutuhan yang biayanya dipengaruhi standar global.
Pengamat Investasi dari Universitas Atma Jaya (UAJ) Yogyakarta, Sri Susilo, menjelaskan bahwa memiliki polis asuransi dalam denominasi Dolar Amerika Serikat (US$) bisa menjadi strategi efektif. "Ke depan polis asuransi dwiguna prospektif dan sangat baik. Produk polis tersebut dapat sebagai pelindung (hedging) terhadap depresiasi rupiah. Di samping itu memberikan imbal kompetitif dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap dolar AS dan mata uang kuat (hard currencies) lainnya," ujarnya pada Jumat (30/1).
Dalam perencanaan keuangan, mata uang yang digunakan pada polis asuransi sangat krusial. Polis berbasis Rupiah menghadapi risiko penurunan daya beli jika nilai tukar melemah terhadap mata uang global. Ini sangat relevan karena US$ adalah mata uang acuan utama untuk berbagai biaya strategis, seperti pendidikan tinggi di luar negeri, perawatan kesehatan bertaraf internasional, dan kebutuhan gaya hidup global lainnya. Fluktuasi kurs sering kali membuat santunan dalam Rupiah kurang efektif untuk memenuhi kebutuhan yang bergantung pada harga pasar internasional. Oleh karena itu, perencana keuangan mulai menyarankan proteksi berbasis US$ untuk memastikan nilai manfaat asuransi tetap relevan dengan biaya hidup di masa depan. Sebagai mata uang cadangan global, US$ memiliki rekam jejak stabilitas yang lebih konsisten dalam jangka panjang di tengah gejolak pasar internasional.
Merespons kebutuhan ini, industri asuransi kini menghadirkan produk seperti Mandiri Wealth Signature USD dari AXA Mandiri. Produk asuransi dwiguna ini menggabungkan perlindungan jiwa dengan akumulasi nilai tunai dalam mata uang US$. Skema ini dirancang agar manfaat proteksi yang diterima nasabah selaras dengan dinamika ekonomi global, sehingga keluarga dapat mempertahankan standar hidup atau membiayai rencana besar tanpa terbebani oleh penurunan nilai mata uang domestik.
Strategi ini merupakan bentuk diversifikasi dalam pengelolaan risiko finansial. Menempatkan sebagian proteksi dalam US$ bukan spekulasi, melainkan upaya untuk mengurangi konsentrasi risiko pada satu mata uang saja. Langkah ini sangat relevan bagi masyarakat yang memiliki rencana pendidikan anak di luar negeri, pelaku bisnis dengan eksposur ekonomi global, hingga keluarga yang ingin menjaga warisan nilai aset mereka lintas generasi.
Pada akhirnya, perlindungan finansial yang efektif bukan hanya soal besaran angka dalam polis, tetapi bagaimana angka tersebut mampu mempertahankan nilainya terhadap perubahan ekonomi. Di tengah industri asuransi yang terus tumbuh pada 2026, pemilihan mata uang proteksi menjadi elemen strategis untuk memastikan bahwa manfaat yang direncanakan tetap bermakna secara ekonomi saat dibutuhkan nantinya.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260130175259-625-1322909/pengamat-nilai-polis-asuransi-dolar-efektif-jaga-daya-beli-masa-depan
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Danantara Beli Lahan 5 Ha hingga Hotel 4.000 Pintu untuk Kampung Haji
14 Feb 2026
Zulhas soal Anggaran 1.000 Kampung Nelayan 2026: Kira-kira Rp22,5 T
14 Feb 2026
FOTO: Wajah Toko Perhiasan Mewah Tiffany dan Co Usai Disegel Bea Cukai
14 Feb 2026
Bahlil Sebut Impor LPG Masih Dominan Lantaran Produksi Hanya 24 Persen
14 Feb 2026
Asuransi Bencana: Cara Kerja, Tips Memilih, hingga Kisaran Premi
14 Feb 2026
Jelang Ramadan, Harga Minyakita di Tangerang Tembus Rp17.500 per Liter