Purbaya Mau Cek Hambatan Dana Pensin dan Asuransi Masuk Pasar Saham
Judul: Purbaya Mau Cek Hambatan Dana Pensin dan Asuransi Masuk Pasar Saham Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengecek hambatan perusahaan dana pen...
Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengecek hambatan perusahaan dana pensiun (dapen) dan asuransi masuk ke pasar modal demi mendorong peningkatan porsi dua industri itu masuk ke investasi saham.Sejauh ini, ia menduga pelaku industri dapen dan asuransi khawatir terkait kemungkinan adanya aturan tidak tertulis dalam investasi saham."Mungkin mereka takut investasinya akan ada perintah nggak tertulis. Saya akan cek dengan mereka, kenapa atau bisa nggak mereka tingkatkan (investasi) ke bursa saham," kata Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1) malam, dikutip Antara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia optimis mampu meyakinkan perusahaan dapen dan asuransi untuk mendongkrak investasi mereka di saham lantaran manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal makin baik ke depan.Lihat Juga :Purbaya: IHSG Enggak akan Kebakaran Saat Pembukaan Senin
Menurutnya, dengan begitu kendala seperti saham gorengan bisa segera teratasi."Harusnya goreng-goreng (saham) yang nggak jelas akan makin berkurang di bursa kan," ujar dia.Sebelumnya, pemerintah menetapkan arah kebijakan peningkatan batas atau limit investasi saham bagi industri dana pensiun (dapen) dan asuransi menjadi 20 persen, dengan tahap pertama rencananya difokuskan pada saham-saham LQ45.Kebijakan tersebut menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal. Purbaya menjelaskan peningkatan batas investasi tersebut akan langsung diterapkan hingga 20 persen, tetapi dengan pembatasan pada saham-saham tertentu."Kita akan bebaskan lagi ke 20 persen, tapi di saham-saham yang tidak 'goreng-gorengan'. Mungkin untuk pertama kita batasi di LQ45," ujar Purbaya.Lihat Juga :Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, BP per 1 FebruariIa juga mengatakan dana pensiun dan asuransi tetap memiliki fleksibilitas dalam penempatan portofolio, termasuk pada surat utang negara (SUN), sesuai dengan batasan yang berlaku.Dengan peningkatan limit tersebut, diharapkan likuiditas atau "bahan bakar" ke pasar modal menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya. Purbaya menegaskan kebijakan itu tetap memperhatikan aspek integritas pasar.Berkaca pada pengalaman masa lalu, menurutnya, muncul risiko ketika penempatan investasi dilakukan pada saham-saham kecil yang tidak likuid dan rentan dimanipulasi.
Oleh sebab itu, dengan membatasi tahap awal pada saham LQ45, risiko volatilitas dan praktik manipulasi pasar dinilai dapat lebih terkendali."Kita harapkan manipulasi pasar yang berlebihan atau 'goreng-gorengan' bisa dikurangi semaksimal mungkin. Jadi saya tidak mau melepaskan asuransi ke pasar yang manipulasi. Itu akan diperbaiki semuanya," katanya.Saat disinggung mengenai pengaturan teknis, Purbaya mengatakan aturan tersebut berpotensi dituangkan dalam bentuk peraturan menteri keuangan (PMK). Aturan itu ditargetkan dapat segera diselesaikan.[Gambas:Video CNN] (yoa/pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260201114213-532-1323304/purbaya-mau-cek-hambatan-dana-pensin-dan-asuransi-masuk-pasar-saham
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Bahlil Sebut Impor LPG Masih Dominan Lantaran Produksi Hanya 24 Persen
14 Feb 2026
Asuransi Bencana: Cara Kerja, Tips Memilih, hingga Kisaran Premi
14 Feb 2026
Jelang Ramadan, Harga Minyakita di Tangerang Tembus Rp17.500 per Liter
14 Feb 2026
Tips Berlibur Nyaman dan Aman Jelang Libur Panjang
14 Feb 2026
AS Izinkan 5 Perusahaan Minyak Raksasa Beroperasi di Venezuela
13 Feb 2026
Jejak Inovasi Huawei Pimpin Smartphone Lipat, dari Mate X ke Mate X7