Ekonomi 02 Feb 2026 3 views

Prabowo Akui Elite RI Kurang dalam Bertugas: Kemiskinan Masih Banyak

Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa banyak elite di Indonesia belum maksimal dalam menjalankan tugas mereka, yang tercermin dari masih banyaknya masyarakat miskin. Pernyataan...

Prabowo Akui Elite RI Kurang dalam Bertugas: Kemiskinan Masih Banyak
Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa banyak elite di Indonesia belum maksimal dalam menjalankan tugas mereka, yang tercermin dari masih banyaknya masyarakat miskin. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, pada Senin, 2 Februari.

Prabowo menjelaskan bahwa elite yang dimaksud mencakup berbagai tingkatan, mulai dari elite akademis seperti profesor, elite politik seperti pemimpin partai, elite militer dan kepolisian, hingga elite yudikatif. Ia menegaskan bahwa kemiskinan yang masih tinggi di Indonesia tidak dapat diterima, mengingat kekayaan bangsa yang melimpah.

Sebelumnya, Prabowo juga menyoroti bahwa banyak masyarakat masih menghadapi kesulitan dan kekurangan. Ia mengkritik adanya kecenderungan untuk tidak mengakui kondisi kemiskinan ini, yang kemudian memunculkan berbagai istilah untuk mengkategorikan kemiskinan, seperti "aspiring middle class" atau "rentan miskin". Istilah "aspiring middle class" merujuk pada kelompok yang baru akan masuk kategori kelas menengah, yang secara urutan masih berada di kategori masyarakat miskin. Prabowo menyindir Badan Pusat Statistik (BPS) yang dianggap "pintar" dalam mencari istilah-istilah tersebut agar tidak menurunkan moral bangsa.

Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin Indonesia pada Maret 2025 adalah 8,47 persen. Angka ini menunjukkan penurunan 0,10 persen poin dibandingkan September 2024 dan penurunan 0,56 persen poin dibandingkan Maret 2024.

Secara jumlah, penduduk miskin pada Maret 2025 mencapai 23,85 juta orang, menurun 0,21 juta orang dibandingkan September 2024 dan menurun 1,37 juta orang dibandingkan Maret 2024.

Untuk persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2025 tercatat sebesar 6,73 persen, mengalami kenaikan dibandingkan September 2024 yang sebesar 6,66 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2025 sebesar 11,03 persen, menurun dibandingkan September 2024 yang sebesar 11,34 persen.

Jika dibandingkan September 2024, jumlah penduduk miskin perkotaan pada Maret 2025 meningkat sebanyak 0,22 juta orang (dari 11,05 juta orang menjadi 11,27 juta orang). Di sisi lain, jumlah penduduk miskin perdesaan justru menurun sebanyak 0,43 juta orang (dari 13,01 juta orang menjadi 12,58 juta orang) dalam periode yang sama.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260202123623-532-1323635/prabowo-akui-elite-ri-kurang-dalam-bertugas-kemiskinan-masih-banyak
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.