Purbaya: Paling Lambat Dua Minggu Lagi Kita Punya Ketua OJK Baru
Judul: Purbaya: Paling Lambat Dua Minggu Lagi Kita Punya Ketua OJK Baru Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan maksimal dalam dua minggu lembaga keuangan Tanah...
Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan maksimal dalam dua minggu lembaga keuangan Tanah Air bakal memiliki Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru. "Mungkin dalam waktu dua minggu, paling lambat kita punya Ketua OJK baru," jelas Purbaya kepada wartawan, Senin (2/2).Dia mengatakan panitia seleksi sudah memulai proses seleksi calon Ketua DK OJK hari ini, Senin (2/2). Meskipun begitu, Purbaya belum bisa membocorkan nama calon Ketua DK OJK tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bentar, belum-belum (nama calon)," ujar Purbaya.Lihat Juga :Purbaya: IHSG Enggak akan Kebakaran Saat Pembukaan Senin
Di samping itu, Purbaya mengaku tidak ada intervensi presiden terkait nama calon Ketua DK OJK tersebut. Sejauh ini, proses penunjukkan calon Ketua DK OJK dilakukan oleh panitia seleksi."Tidak ada (arahan presiden). Kita tunjuk saja berapa orang, karena kita mau cepat seminggu, dua minggu harus ada Ketua OJK baru yang definitif," jelasnya. Saat ini bangku Ketua dan Wakil Ketua DK OJK ditempati Penjabat Sementara Friderica Widyasari Dewi. Ada juga Hasan Fawzi yang mengisi jabatan kosong Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KEPMDK).
Di sisi lain, terkait Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kebakaran, Senin (2/2) Purbaya masih optimistis kondisi tersebut tidak berlangsung lama. "Saya pikir bentar lagi juga naik," prediksinya.IHSG ditutup pada level 7.922 pada perdagangan Senin (2/2) sore. Indeks saham merosot 406,9 poin atau minus 4,88 persen dari perdagangan sebelumnya, setelah sempat tertekan ke level 7.887 siang tadi.Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp29,17 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 50,39 miliar saham. Pada penutupan kali ini, 58 saham menguat, 720 kebakaran, dan 36 stagnan.Terbakarnya indeks awal pekan ini tidak lepas dari badai pasar modal yang terjadi pekan lalu. IHSG anjlok Rabu (28/1) dan Kamis (29/1) hingga 8 persen. Badai itu muncul setelah perusahaan pembobotan saham Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks saham-saham Indonesia.Lihat Juga :Masih Terbakar, IHSG Ditutup 7.922 Awal Pekan IniKebijakan itu mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.Akibatnya, empat pejabat dari OJK mengumumkan mundur dari jabatan pada Jumat (30/1), termasuk Ketua DK OJK Mahendra Siregar.Selain itu, ada juga Wakil Ketua DK OJK sebagai Ketua Komite Etik Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara.Pejabat OJK lainnya turut mengundurkan diri, termasuk Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi.Ada juga Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa KarbonOJK(DKTK) I. B. AdityaJayaantara, yang baru dilantik Senin (5/1).Pengunduran diri tersebut menyusul langkah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman yang lebih mundur jabatannya, Jumat (30/1) pagi.[Gambas:Video CNN] (ins/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260202162903-532-1323740/purbaya-paling-lambat-dua-minggu-lagi-kita-punya-ketua-ojk-baru
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Jejak Inovasi Huawei Pimpin Smartphone Lipat, dari Mate X ke Mate X7
13 Feb 2026
Bos Badan Gizi Klaim MBG Dorong Uang Beredar Rp29 T
13 Feb 2026
PT Garam Bakal Olah Limbah Kilang Balikpapan, Investasi Pabrik Rp7 T
13 Feb 2026
Purbaya Pastikan Misbakhun-Suahasil Tak Daftar Seleksi Bos OJK
13 Feb 2026
Purbaya soal Impor Ilegal Tiffany dan Co: Sepertinya Ada Kongkalikong
13 Feb 2026
Respons Danantara soal Target Laba 7 Persen dari Ribuan Aset BUMN