Harga Minyak Dunia Mandek, Pasar Pantau Redanya Ketegangan AS-Iran
Judul: Harga Minyak Dunia Mandek, Pasar Pantau Redanya Ketegangan AS-Iran Jakarta, Harga minyak mentah dunia bergerak stabil pada perdagangan Selasa (3/2), seiring pelaku pasar me...
Jakarta, Harga minyak mentah dunia bergerak stabil pada perdagangan Selasa (3/2), seiring pelaku pasar menimbang kemungkinan meredanya ketegangan Amerika Serikat (AS) dengan Iran.Selain itu, penguatan dolar AS juga membatasi potensi kenaikan harga minyak.Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 6 sen atau 0,1 persen menjadi US$66,36 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level US$62,24 per barel usai naik 0,2 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin (2/2), harga minyak turun lebih dari 4 persen setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran sedang serius berbicara dengan Washington, mengisyaratkan deeskalasi ketegangan dengan AS negara anggota OPEC tersebut.Lihat Juga :ANALISISEfek Domino Ambruk IHSG: Merembet ke Rupiah hingga Dompet Rakyat
Namun, Trump juga memperingatkan dengan kapal perang besar AS yang bergerak menuju Iran, hal-hal buruk bisa terjadi jika kesepakatan tidak tercapai.Kepada Reuters, narasumber dari kedua pihak mengatakan Iran dan AS diperkirakan akan melanjutkan pembicaraan nuklir pada Jumat di Turki.Penguatan dolar AS juga turut meredam peluang naiknya harga minyak. Imbasnya, permintaan minyak mentah dari pembeli dari luar negeri turun karena minyak yang berdenominasi dolar AS semakin mahal.[Gambas:Video CNN] (pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260203104245-85-1323945/harga-minyak-dunia-mandek-pasar-pantau-redanya-ketegangan-as-iran
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Jejak Inovasi Huawei Pimpin Smartphone Lipat, dari Mate X ke Mate X7
13 Feb 2026
Bos Badan Gizi Klaim MBG Dorong Uang Beredar Rp29 T
13 Feb 2026
PT Garam Bakal Olah Limbah Kilang Balikpapan, Investasi Pabrik Rp7 T
13 Feb 2026
Purbaya Pastikan Misbakhun-Suahasil Tak Daftar Seleksi Bos OJK
13 Feb 2026
Purbaya soal Impor Ilegal Tiffany dan Co: Sepertinya Ada Kongkalikong
13 Feb 2026
Respons Danantara soal Target Laba 7 Persen dari Ribuan Aset BUMN