Ekspor Minyak Venezuela Melesat 60 Persen usai Trump Kuasai Kilang
Ekspor minyak Venezuela melonjak tajam pada Januari 2026, mencapai sekitar 800 ribu barel per hari (bph). Angka ini naik 60 persen dibandingkan Desember 2025 yang tercatat 498 ribu...
Peningkatan ekspor ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) mencabut blokade minyak yang sebelumnya diberlakukan oleh mantan Presiden Trump untuk menekan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Selain itu, AS juga merebut kendali ekspor minyak Venezuela dan mulai memberikan izin kepada sejumlah pedagang minyak internasional.
Departemen Keuangan AS telah memberikan lisensi awal kepada Trafigura dan Vitol untuk mengekspor stok minyak Venezuela. Data menunjukkan bahwa produksi, pengolahan, dan pengapalan minyak dari negara anggota OPEC ini kembali dipercepat setelah izin tersebut terbit.
Sepanjang Januari, Trafigura dan Vitol mengekspor sekitar 12 juta barel minyak mentah dan bahan bakar Venezuela, atau setara 392 ribu bph. Sebagian besar pengiriman ini dialihkan ke terminal penyimpanan di Karibia sebelum dipasarkan ke AS, Eropa, dan India.
Masih ada sekitar 18 juta hingga 38 juta barel minyak yang akan diekspor dalam kesepakatan pasokan senilai US$2 miliar (sekitar Rp33,5 triliun) antara Caracas dan Washington. Hasil penjualan ini akan masuk ke dana yang diawasi oleh AS.
Pekan lalu, Departemen Keuangan AS juga mengeluarkan lisensi luas yang mengizinkan perusahaan AS berbisnis dengan perusahaan minyak milik pemerintah Venezuela, PDVSA. Izin ini mencakup ekspor, penyimpanan, pengangkutan, dan pemurnian minyak Venezuela.
Chevron dan Vitol juga mengirimkan sejumlah kargo nafta berat ke PDVSA dan perusahaan patungannya pada Januari. Nafta berat ini penting untuk mengencerkan minyak ekstra berat Venezuela agar dapat diproduksi dan diekspor.
AS kini menjadi tujuan utama ekspor minyak Venezuela, dengan volume sekitar 284 ribu bph pada Januari. Dari jumlah tersebut, 220 ribu bph dikirim oleh Chevron, naik signifikan dari 99 ribu bph pada bulan sebelumnya.
Sebaliknya, China, yang sebelumnya menjadi tujuan utama ekspor Venezuela dengan porsi lebih dari 70 persen, kini hanya menerima 156 ribu bph pada Januari 2026. Tidak ada catatan pengiriman minyak ke Kuba, sekutu politik Venezuela.
Pada Desember tahun lalu, AS memberlakukan embargo minyak Venezuela dan menyita tujuh kapal tanker, yang menyebabkan lebih dari 40 juta barel minyak mentah dan bahan bakar menumpuk di tangki darat dan kapal. Kondisi ini sempat memaksa perusahaan energi milik Venezuela, PDVSA, memangkas produksi pada awal Januari.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260203114224-85-1323978/ekspor-minyak-venezuela-melesat-60-persen-usai-trump-kuasai-kilang
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Jejak Inovasi Huawei Pimpin Smartphone Lipat, dari Mate X ke Mate X7
13 Feb 2026
Bos Badan Gizi Klaim MBG Dorong Uang Beredar Rp29 T
13 Feb 2026
PT Garam Bakal Olah Limbah Kilang Balikpapan, Investasi Pabrik Rp7 T
13 Feb 2026
Purbaya Pastikan Misbakhun-Suahasil Tak Daftar Seleksi Bos OJK
13 Feb 2026
Purbaya soal Impor Ilegal Tiffany dan Co: Sepertinya Ada Kongkalikong
13 Feb 2026
Respons Danantara soal Target Laba 7 Persen dari Ribuan Aset BUMN