Ekonomi 03 Feb 2026 5 views

Optimalkan FABA PLTU, PLN Gerakkan Ekonomi Sirkuler dan Berkelanjutan

Jakarta, PT PLN (Persero) terus mengaplikasikan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) dengan memaksimalkan penggunaan Fly Ash Bottom Ash (FABA), yaitu abu sisa pembakar...

Optimalkan FABA PLTU, PLN Gerakkan Ekonomi Sirkuler dan Berkelanjutan
Jakarta, PT PLN (Persero) terus mengaplikasikan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) dengan memaksimalkan penggunaan Fly Ash Bottom Ash (FABA), yaitu abu sisa pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), secara berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, PLN Group berhasil memanfaatkan FABA sebanyak 3,44 juta ton, melampaui 103,46 persen dari total produksi FABA.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pemanfaatan FABA bukan hanya solusi untuk mengelola residu pembakaran batu bara, tetapi juga berperan penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi masyarakat. Saat ini, berbagai produk olahan FABA dari PLN telah dimanfaatkan oleh pelaku usaha di berbagai sektor dan masyarakat di sekitar lokasi pembangkit listrik.

"PLN melihat FABA sebagai sumber daya bernilai tambah. Pemanfaatannya tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan mendukung pembangunan infrastruktur nasional," jelas Darmawan.

Pemanfaatan FABA pada tahun 2025 juga menunjukkan peningkatan sebesar 2,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 3,40 juta ton pada tahun 2024. Sejak tahun 2023, pemanfaatan FABA telah meningkat signifikan, dan seiring dengan masifnya penggunaan FABA sebagai limbah non-B3, tumpukan FABA di tempat penampungan abu (ash yard) menunjukkan tren penurunan.

"Kondisi ini menandakan pengelolaan FABA PLN semakin terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memastikan tidak ada lagi penumpukan residu pembangkitan yang berpotensi berdampak pada lingkungan," tambah Darmawan.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menjelaskan bahwa pemanfaatan FABA oleh PLN Group juga berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca. Hingga Desember 2025, total pengurangan emisi dari pemanfaatan FABA mencapai 166.472 ton CO2, yang berasal dari substitusi semen, lapisan dasar jalan (subgrade), beton pracetak, dan beton siap pakai (ready mix). Selain sektor infrastruktur, FABA juga berguna untuk kebutuhan lain seperti penetralisir air asam tambang dan pembenah tanah di sektor pertanian.

"Saat ini, PLTU di lingkungan PLN Group telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 300 pihak pemanfaat FABA, termasuk badan usaha berizin, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemerintah daerah, TNI/Polri, kelompok masyarakat, hingga lembaga pemasyarakatan di sekitar PLTU," ungkap Rizal.

Rizal melanjutkan, pemanfaatan FABA skala industri dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pelaku usaha. Salah satunya adalah pemanfaatan FABA sebagai bahan baku semen Portland Composite Cement (PCC).

"Kerja sama ini melibatkan 18 PLTU dan 15 pabrik semen nasional. FABA diambil langsung dari unit PLTU dan diangkut menuju fasilitas produksi pabrik semen menggunakan armada khusus," ujarnya.

Di sektor pertambangan, PLN melalui PLTU Ombilin bekerja sama dengan perusahaan tambang di Sumatra Barat dalam pemanfaatan FABA. Hingga Desember 2025, total 251.406 ton FABA PLTU Ombilin digunakan sebagai penetralisir air asam tambang.

PLN Group juga bersinergi dengan 22 perusahaan batching plant (industri pembuat beton cair siap pakai) yang memanfaatkan FABA dari 13 PLTU. PLTU Tanjung Jati B menjadi unit dengan pemanfaatan terbesar untuk skema ini, mencapai 140.436 ton, yang dimanfaatkan oleh lebih dari 15 perusahaan batching plant.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260203140740-625-1324076/optimalkan-faba-pltu-pln-gerakkan-ekonomi-sirkuler-dan-berkelanjutan
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.