Ekonomi 03 Feb 2026 3 views

Curhat PLN Dilema Bangun SPKLU Bagai 'Chicken and Egg'

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) mengambil langkah proaktif dalam pengembangan kendaraan listrik (EV) di Indonesia dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur peng...

Curhat PLN Dilema Bangun SPKLU Bagai 'Chicken and Egg'
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) mengambil langkah proaktif dalam pengembangan kendaraan listrik (EV) di Indonesia dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur pengisian daya. Langkah ini diambil sebelum terjadi lonjakan penjualan mobil listrik, dengan tujuan mempercepat pertumbuhan ekosistem EV secara berkelanjutan.

EVP Pengembangan Produk Niaga PT PLN, Ririn Rachmawardini, menjelaskan bahwa PLN ditunjuk oleh pemerintah sebagai penyedia infrastruktur pengisian kendaraan listrik, sesuai dengan peraturan presiden. Penugasan ini menjadi dasar bagi PLN untuk membangun jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), meskipun jumlah kendaraan listrik saat itu masih terbatas.

"Awalnya memang seperti dilema 'ayam dan telur', mana duluan, apakah mobilnya dulu atau infrastrukturnya dulu," ujar Ririn dalam EVolution Indonesia Forum pada Selasa (3/2).

Menurut Ririn, dengan arahan Kementerian ESDM dan koordinasi lintas kementerian, PLN akhirnya membangun tulang punggung infrastruktur pengisian kendaraan listrik untuk menghilangkan keraguan pasar. Pembangunan SPKLU telah dimulai sejak 2018 dan pertumbuhannya meningkat signifikan seiring dengan naiknya penjualan kendaraan listrik di Indonesia.

Hal ini terlihat dari jumlah SPKLU yang pada tahun 2018 masih sekitar 200-an, meningkat tajam menjadi 4.700 SPKLU pada akhir 2025. "Kalau kita lihat, ini diinisiasi dari 2018, dan kenaikannya ini sangat-sangat signifikan," ujarnya.

Ririn menuturkan, strategi awal PLN difokuskan untuk mengurangi kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan pengisian daya atau *range anxiety*, yang kerap menjadi hambatan utama adopsi EV. "2023 itu kami fokus bagaimana menghilangkan ketakutan orang-orang untuk melakukan *charging*," kata Ririn.

Seiring berkembangnya pasar EV dan meningkatnya kebutuhan pengisian cepat, PLN juga menyesuaikan strategi dengan memperbanyak SPKLU berdaya DC di lokasi-lokasi strategis. Ririn menegaskan, keputusan membangun infrastruktur lebih dulu terbukti ampuh mendorong minat masyarakat dan pelaku usaha untuk memiliki kendaraan listrik. "Ketika infrastrukturnya sudah ada, ini memberi kepastian dan membuat ekosistem EV bisa tumbuh lebih cepat," tutupnya.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260203163445-85-1324165/curhat-pln-dilema-bangun-spklu-bagai-chicken-and-egg
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.