Purbaya Sidak Perusahaan Baja Diduga Ngemplang Pajak, Rugikan Rp510 M
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua perusahaan baja, PT PSM dan PT PSI, di Kawasan Industri Milenium, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tange...
Saat sidak di PT PSM, Purbaya tidak bertemu pemilik usaha, namun menegaskan akan terus mendalami kasus ini. Ia juga menyampaikan bahwa stafnya akan memanggil pemilik perusahaan yang menurutnya sudah beberapa kali diperiksa. Purbaya ingin menyampaikan pesan tegas kepada pelaku bisnis sejenis bahwa pemerintah tidak main-main dalam menindak praktik pengemplangan pajak.
Purbaya mengungkapkan bahwa tidak hanya dua perusahaan tersebut, melainkan ada sekitar 40 perusahaan lain yang diduga terlibat praktik serupa. Ia berjanji akan menindak tegas semua perusahaan yang melakukan praktik penjualan dengan memintas pembayaran pajak atau secara tunai.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Banten, Aim Nursalim Saleh, menambahkan bahwa perusahaan yang disidak diduga memiliki unsur kepemilikan Warga Negara Asing (WNA) dari China, selain Warga Negara Indonesia.
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, menyebutkan bahwa selain PT PSM dan PT PSI, ada entitas lain yang juga diduga mengemplang pajak, yaitu PT VPM. Dari ketiga perusahaan ini, potensi kerugian negara sementara diperkirakan mencapai Rp510 miliar. Bimo juga akan mengembangkan penyidikan hingga kepemilikan dan pemegang saham perusahaan terkait.
Modus pengemplangan pajak yang ditemukan antara lain pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) yang tidak sebenarnya, yaitu melaporkan penjualan tanpa memungut PPN. Modus lainnya adalah penggunaan rekening pengurus, pemegang saham, hingga karyawan untuk menyembunyikan omzet. Bimo memproyeksikan kerugian negara akibat 40 perusahaan yang diduga melakukan praktik serupa dapat mencapai triliunan rupiah, dengan estimasi sekitar Rp4 triliun per tahun dari 2016 hingga 2019.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260205162212-532-1325012/purbaya-sidak-perusahaan-baja-diduga-ngemplang-pajak-rugikan-rp510-m
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Jejak Inovasi Huawei Pimpin Smartphone Lipat, dari Mate X ke Mate X7
13 Feb 2026
Bos Badan Gizi Klaim MBG Dorong Uang Beredar Rp29 T
13 Feb 2026
PT Garam Bakal Olah Limbah Kilang Balikpapan, Investasi Pabrik Rp7 T
13 Feb 2026
Purbaya Pastikan Misbakhun-Suahasil Tak Daftar Seleksi Bos OJK
13 Feb 2026
Purbaya soal Impor Ilegal Tiffany dan Co: Sepertinya Ada Kongkalikong
13 Feb 2026
Respons Danantara soal Target Laba 7 Persen dari Ribuan Aset BUMN