Ekonomi 10 Feb 2026 8 views

OJK Bongkar Alasan Kredit Rp2.400 T Mandek di Perbankan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan alasan di balik kredit senilai Rp2.400 triliun yang belum tersalurkan ke sektor riil dan masih mengendap di perbankan. Menurut Anggota D...

OJK Bongkar Alasan Kredit Rp2.400 T Mandek di Perbankan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan alasan di balik kredit senilai Rp2.400 triliun yang belum tersalurkan ke sektor riil dan masih mengendap di perbankan.

Menurut Anggota Dewan Komisioner OJK, Dian Ediana Rae, jumlah tersebut merupakan "undisbursed loan", yaitu kredit yang sudah disetujui oleh bank namun belum dicairkan oleh nasabah. Kondisi ini menjadi hambatan besar bagi penyaluran kredit dan akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Undisbursed loan itu adalah komitmen para pengusaha untuk merealisasikan pinjaman ini," kata Dian dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Selasa (10/2).

Dian menjelaskan bahwa tumpukan kredit yang belum dicairkan ini disebabkan oleh kondisi bisnis yang belum optimal, sehingga permintaan untuk merealisasikan pinjaman menjadi terhambat.

"Persoalannya adalah bagaimana kita bisa menciptakan demand kredit yang signifikan," tambahnya.

Untuk meningkatkan permintaan kredit, Dian mengusulkan penerapan konsep Indonesia Incorporated. Konsep ini menekankan koordinasi antar-sektor industri dan kebijakan investasi. Ia mencontohkan keberhasilan negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan Singapura dalam meningkatkan permintaan kredit dan konsumsi melalui strategi serupa.

"Jika kita bisa mewujudkan Indonesia Incorporated, semua ketidakjelasan terkait perekonomian bisa lebih solid dan muncul komitmen bersama," jelas Dian.

Indonesia Incorporated adalah konsep kolaborasi nasional di mana pemerintah, BUMN, swasta, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya bergerak searah dan saling terkoordinasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dian menekankan pentingnya keselarasan strategi industri dan kebijakan investasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ia mengakui bahwa tantangan ini besar, namun perlu diupayakan agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih cepat. Dengan demikian, masalah kredit yang belum disalurkan bank dapat diselesaikan melalui solusi sistemik.

"Bayangkan Rp2.400 triliun itu disalurkan saja, itu sudah sangat signifikan," pungkasnya.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260210142609-78-1326622/ojk-bongkar-alasan-kredit-rp2400-t-mandek-di-perbankan
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.