Standard Chartered Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen di 2026
Standard Chartered memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,2 persen pada tahun 2026, meningkat dari perkiraan 5 persen di tahun 2025. Proyeksi ini menandakan I...
Aldian Taloputra, Senior Economist Standard Chartered Indonesia, menyatakan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan kebijakan moneter yang hati-hati sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk menyeimbangkan stabilitas eksternal dengan dukungan terhadap pertumbuhan domestik.
Dalam laporan "Global Market Outlook 2026 - Blowing Bubbles?", Aldian menjelaskan bahwa meskipun valuasi beberapa aset telah meningkat, kondisi pasar saat ini belum menunjukkan karakteristik gelembung sistemik seperti yang terjadi sebelumnya. Laporan tersebut juga memproyeksikan bahwa aset berisiko, terutama ekuitas, masih berpotensi mencatat kinerja positif pada tahun 2026. Hal ini didorong oleh pertumbuhan laba perusahaan, termasuk dari tema struktural seperti adopsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Standard Chartered mengidentifikasi tiga tema investasi utama untuk tahun 2026:
1. Tema ekuitas, dengan fokus pada pasar yang didukung oleh pertumbuhan laba.
2. Tema *income*, khususnya obligasi pasar berkembang yang menawarkan *yield* menarik dan diversifikasi.
3. Tema *diversifiers*, seperti emas dan strategi alternatif, untuk membantu meredam volatilitas portofolio.
Pendekatan ini menekankan pentingnya diversifikasi lintas kelas aset dan kawasan, serta alokasi portofolio yang lebih terstruktur, mencakup komponen inti, taktis, dan oportunistik. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan potensi imbal hasil dengan pengelolaan risiko jangka panjang.
Donny Donosepoetro OBE, CEO Standard Chartered Indonesia, menyatakan optimismenya terhadap potensi investasi jangka panjang Indonesia di tengah kondisi pasar yang menantang. Ia menyoroti langkah-langkah reformasi cepat dari regulator dan fokus berkelanjutan pada fundamental ekonomi sebagai fondasi penting untuk pemulihan. Donny menambahkan bahwa disiplin dalam membangun portofolio dan diversifikasi menjadi sangat krusial agar nasabah dapat melewati volatilitas dan tetap fokus pada tujuan jangka panjang mereka.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260211142602-625-1327064/standard-chartered-proyeksi-ekonomi-ri-tumbuh-52-persen-di-2026
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Putihkan Piutang BPJS Kesehatan, Purbaya Klaim Sudah Transfer Rp20 T
13 Feb 2026
Luncurkan JConnect 3 Tahun Ini, Bank Jatim Targetkan 2 Juta Pengguna
13 Feb 2026
Unilever Raup Rp8,5 T usai Jual Bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi
13 Feb 2026
Sampoerna Gandeng 22 Ribu Petani Cengkih-Tembakau Pasok Bahan Baku
13 Feb 2026
Strategi Sampoerna Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Internasional
13 Feb 2026
Harga Minyak Meluncur Dua Pekan Beruntun saat Konflik Iran Surut