Ekonomi 11 Feb 2026 1 views

Hashim Sebut Masih Ada Telur Busuk Hambat Ekonomi RI

Presiden terpilih Prabowo Subianto akan menindak tegas oknum di birokrasi dan sektor swasta yang menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Utusan Khusus Pr...

Hashim Sebut Masih Ada Telur Busuk Hambat Ekonomi RI
Presiden terpilih Prabowo Subianto akan menindak tegas oknum di birokrasi dan sektor swasta yang menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, dalam Forum China Conference Southeast Asia di St Regis Jakarta pada Selasa (10/2) malam.

Hashim menyebut bahwa akan ada pejabat yang dicopot dan denda besar akan dijatuhkan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam praktik merugikan. Pernyataan ini muncul saat ia menanggapi pertanyaan mengenai pengunduran diri sejumlah pejabat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul anjloknya IHSG.

Ia menyoroti adanya upaya untuk menaikkan harga saham secara tidak wajar melalui transaksi yang direkayasa, sehingga menciptakan kesan saham tersebut bernilai tinggi. Praktik "goreng saham" ini merugikan investor ritel dan masyarakat kecil. Hashim menegaskan bahwa segala kemungkinan proses hukum terbuka lebar bagi mereka yang bertanggung jawab atas perilaku kriminal ini.

Hashim juga menyoroti saham perusahaan kecil yang melonjak tajam tanpa didukung kinerja bisnis yang memadai, dengan rasio *price to earnings* (PE) yang sangat tinggi, bahkan mencapai 4.000 kali. Ia membandingkan dengan perusahaan mapan seperti Astra yang memiliki rasio PE sekitar delapan kali, atau NVIDIA yang sekitar 60 kali.

Adik kandung Prabowo ini menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengejar oknum elit yang terlibat dalam praktik kriminal dan perusakan lingkungan. Ia mengisyaratkan akan ada lebih banyak pimpinan lembaga yang dicopot sebagai bentuk pertanggungjawaban atas inefisiensi dan dugaan pelanggaran hukum.

Ketegasan Prabowo terlihat saat kunjungan kerja ke London dua pekan lalu, di mana 28 perusahaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dicabut izinnya karena terindikasi kuat terlibat dalam kerusakan lingkungan yang menyebabkan ribuan nyawa melayang. Hashim menjelaskan bahwa data yang digunakan sangat akurat, mulai dari fotografi satelit, *drone*, hingga bukti lapangan, dan tindakan tegas tetap diambil meskipun beberapa perusahaan memiliki koneksi dengan elit yang kuat.

Hashim menerangkan bahwa meskipun ada proses peninjauan kembali bagi perusahaan yang merasa tidak bersalah, prinsip utamanya adalah keadilan yang presisi, bukan pencabutan izin sembarangan karena tekanan dari kelompok massa tertentu. Ia juga menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia secara umum tetap kuat, sehingga pemerintah optimistis terhadap prospek ekonomi ke depan.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260211143303-92-1327078/hashim-sebut-masih-ada-telur-busuk-hambat-ekonomi-ri
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.