Indonesia Perkuat Arah Ekonomi dan Kolaborasi Global di KTT D-8
Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) pada 15 April 2026. Dalam kesempatan ini, Indonesia akan memfokuskan diri pada penguatan ke...
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Tri Tharyat, pada Jumat (13/2) menyatakan bahwa forum ini akan menjadi wadah untuk menghasilkan solusi ekonomi konkret bagi negara-negara berkembang. "Marwah D-8 adalah ekonomi dan pembangunan. Fokus kita adalah kolaborasi konkret," tegas Tri.
Salah satu agenda utama selama keketuaan Indonesia adalah penyelenggaraan D-8 Halal Expo, yang akan menampilkan lebih dari 100 peserta pameran. Pemerintah menargetkan acara ini sebagai platform promosi produk halal nasional, khususnya dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain pameran dagang, forum ini juga akan memfasilitasi pertemuan bisnis (business matching) dan mendorong perluasan pengakuan sertifikasi halal Indonesia melalui mekanisme perjanjian pengakuan timbal balik (MRA) antarnegara anggota. Melalui D-8, Indonesia berharap akses produk halal nasional ke pasar global semakin kuat.
Selain sektor halal, Indonesia juga mendorong penguatan perdagangan melalui perluasan skema Preferential Trade Agreement (PTA) menjadi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Perluasan ini mencakup peningkatan ekspor berbagai komoditas unggulan Indonesia, termasuk kelapa sawit (CPO), di pasar D-8.
Dalam bidang ekonomi digital, penguatan sistem pembayaran digital akan memegang peranan penting untuk mempermudah transaksi lintas negara anggota D-8. Pemanfaatan luas sistem pembayaran berbasis QR yang interoperable, seperti QRIS, di negara anggota D-8 dapat mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan perdagangan dan pariwisata. Tri menjelaskan, "Kita realistis, tidak berharap hasil langsung, tetapi setidaknya ada peta jalan kerja sama ekonomi digital yang lebih erat."
Indonesia juga akan mengusulkan pembentukan D-8 Disaster Resilience Network dan D-8 Halal Economy Center sebagai warisan keketuaan. Dua inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran informasi dan kerja sama antar anggota D-8 untuk mitigasi bencana dan pengembangan ekonomi halal, terutama mengingat mayoritas anggota D-8 rentan bencana dan merupakan negara dengan populasi muslim yang besar.
Dalam KTT mendatang, para pemimpin negara anggota akan menyepakati Jakarta Declaration sebagai arah kebijakan bagi seluruh negara anggota D-8 untuk sejumlah isu penting, seperti ekonomi biru, pembangunan berkelanjutan, dan penguatan institusional.
Agenda Indonesia tidak berhenti pada pelaksanaan KTT, melainkan akan berlanjut melalui berbagai program ekonomi dan pembangunan hingga masa kepemimpinan berakhir pada 31 Desember 2027.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260214160408-532-1328238/indonesia-perkuat-arah-ekonomi-dan-kolaborasi-global-di-ktt-d-8
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Pemerintah Akan Naikkan Uang Jajan Peserta Maganghub
14 Feb 2026
Kilat Kuphi Resmikan Gerai Ketiga di Transmart Medan Fair
14 Feb 2026
Cerita Purbaya soal Gaji Besar Kerja di Sektor Keuangan ke Lulusan UI
14 Feb 2026
Bandara Bali Diprediksi Layani 483 Ribu Penumpang saat Libur Imlek
14 Feb 2026
Purbaya: Ekonomi RI Akan Alami Ekspansi Sampai 2033
14 Feb 2026
Purbaya soal Ekonomi Gonjang-ganjing: Kita Bilang Go to Hell