Ekonomi 16 Feb 2026 9 views

Ke Bendungan Lausimeme, Menteri PU Kejar Jembatan Penghubung Rampung

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menekankan pentingnya penyelesaian jembatan penghubung antar desa di sekitar Bendungan Lausimeme, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara....

Ke Bendungan Lausimeme, Menteri PU Kejar Jembatan Penghubung Rampung
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menekankan pentingnya penyelesaian jembatan penghubung antar desa di sekitar Bendungan Lausimeme, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Jembatan ini krusial untuk menjaga akses masyarakat saat bendungan terisi penuh, yang berpotensi memutus jalur keluar masuk desa. Dody menargetkan jembatan tersebut rampung pada Juni 2026 agar pengisian penuh bendungan dapat dilakukan. Pernyataan ini disampaikan Dody saat meninjau Bendungan Lausimeme pada Minggu (15/2).

Bendungan Lausimeme, yang sebelumnya telah diresmikan, kini memasuki tahap optimalisasi pemanfaatan. Dody berharap bendungan ini dapat memberikan manfaat besar, terutama dalam mengurangi potensi banjir di Kota Medan. Selain sebagai pengendali banjir, bendungan ini juga dirancang untuk irigasi dan penyediaan air baku bagi masyarakat.

Bendungan Lausimeme dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan. Bendungan ini bertipe urugan batu dengan inti tegak setinggi 73,5 meter dari dasar sungai, panjang puncak 205 meter, dan luas area genangan 125,84 hektar. Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), bendungan ini memiliki kapasitas tampung 21,07 juta meter kubik. Keberadaannya berperan penting dalam mereduksi debit puncak banjir hingga 289 meter kubik per detik melalui sistem pintu *early release*, khususnya dari hulu Sungai Percut dan Sungai Deli saat musim hujan.

Selain itu, Bendungan Lausimeme akan menjadi sumber air baku untuk Kota Medan melalui Tirtanadi dan Kabupaten Deli Serdang melalui Tirta Deli, dengan total kapasitas 2.850 liter per detik. Bendungan ini juga dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Minihidro (PLTM) berkapasitas 1 MW. Dengan berbagai fungsi strategis ini, Bendungan Lausimeme diharapkan dapat mendukung ketahanan air, ketahanan energi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Sumatra Utara secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan terpisah, Kementerian PU juga berupaya mempercepat penyelesaian proyek Hunian Sementara (Huntara) Batang Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Huntara ini diperuntukkan bagi korban banjir dan longsor, dengan target dapat ditempati pada pekan pertama Ramadan. Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumut Kementerian PU, Kurniawan, menjelaskan bahwa pembangunan huntara terkendala oleh hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Untuk menyiasati kendala cuaca, petugas di lapangan bekerja hingga larut malam saat tidak hujan, dan pekerjaan di dalam ruangan terus dilakukan. Kurniawan menyebutkan, dari 21 blok yang akan dibangun, delapan di antaranya telah selesai dan siap ditempati pada awal Ramadan, tinggal pengerjaan akhir seperti pemasangan tempat tidur, kipas angin, dan listrik. Secara keseluruhan, Kementerian PU mengupayakan agar semua unit huntara dapat ditempati pada minggu pertama Ramadan. Total huntara yang akan dibangun di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, adalah 252 unit atau 21 blok.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260216174158-92-1328732/ke-bendungan-lausimeme-menteri-pu-kejar-jembatan-penghubung-rampung
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.