Ekonomi 18 Feb 2026 4 views

Mendag Buka Suara soal Harga Ayam dan Telur Naik Jelang Ramadan

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memeriksa harga beberapa komoditas menjelang Ramadan. Harga ayam dilaporkan mencapai Rp45 ribu per Kg dan telur ayam Rp31 ribu per Kg...

Mendag Buka Suara soal Harga Ayam dan Telur Naik Jelang Ramadan
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memeriksa harga beberapa komoditas menjelang Ramadan. Harga ayam dilaporkan mencapai Rp45 ribu per Kg dan telur ayam Rp31 ribu per Kg di beberapa daerah.

Budi menjelaskan bahwa harga rata-rata nasional daging ayam, berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2K), adalah Rp40.259 per Kg. Ini berarti ada daerah yang menjual daging ayam seharga Rp45 ribu per Kg, namun ada pula yang di bawah Rp40 ribu per Kg.

Ia memastikan bahwa pihaknya akan menyelidiki alasan harga yang lebih tinggi di daerah tertentu dan memastikan harga tersebut sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Jadi bukan berarti rata-rata nasionalnya Rp45 ribu. Tapi yang harga mahal tadi, Rp45 ribu per Kg ya tetap kita cek. Kita cek terus kenapa dia mahal, mungkin pasokannya kurang atau memang pasar itu tiba-tiba kebutuhannya meningkat. Kita pastikan jangan sampai mahal. Semua kita usahakan sesuai harga acuan atau HET," ujar Budi di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (18/2).

Budi juga menyatakan telah berkomunikasi dengan pelaku usaha dan memastikan pasokan daging ayam tidak bermasalah. Kemendag juga meminta pelaku usaha untuk memperhatikan distribusi ke daerah-daerah dengan harga tinggi.

"Kami sudah sepakat dan masing-masing kementerian kan juga ada satgasnya. Jadi kita itu kerja bareng-bareng, tidak hanya sendiri. Dengan Bapanas, Kementerian Pertanian, dan kementerian yang lain, pemerintah daerah, Polri, Satgas Pangan, kita bareng-bareng memonitor supaya tidak ada harga-harga yang naik," tambahnya.

Mengenai apakah kenaikan harga ayam dan telur ayam dipengaruhi oleh pasokan pakan, Budi memastikan pasokan masih mencukupi.

"Ini kan harganya juga masih mendekati HET ya. Semua sebenarnya pasokan tercukupi. Biasanya kan memang kalau mendekati Lebaran, permintaan menjadi meningkat. Tapi kita minta diantisipasi. Meskipun Lebaran atau Nataru, pasokan harus terjaga. Jadi ketika permintaan melonjak, ya tetap harus harga stabil," kata Budi.

Sebelumnya, harga daging ayam potong di Kota Medan, Sumatra Utara, melonjak tajam menjelang Ramadan. Di beberapa pasar tradisional, harga ayam kini berkisar Rp42 ribu hingga Rp45 ribu per Kg, lebih tinggi dari pekan sebelumnya.

Pengamat ekonomi Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengungkapkan bahwa harga kebutuhan pokok secara umum relatif stabil, namun harga ayam menjadi komoditas yang paling mencolok kenaikannya.

"Banyak masyarakat mengeluhkan harga ayam potong yang mencapai Rp45 ribu per Kg. Meski demikian, di sejumlah pasar tradisional di Medan, harga masih bervariasi di kisaran Rp42 ribu - Rp45 ribu per Kg," kata Gunawan, Selasa (17/2).

Menurut Gunawan, lonjakan harga ini dipicu oleh peningkatan permintaan masyarakat menjelang bulan puasa, sementara pasokan belum bertambah secara signifikan. Berdasarkan perhitungannya, kenaikan pasokan ayam dalam sepekan menjelang Ramadan masih di bawah 12 persen dibandingkan pekan sebelumnya, sementara permintaan meningkat lebih tinggi.

"Dugaan awal mengarah pada permintaan yang lebih tinggi dibandingkan persediaan. Ini yang menyebabkan harga ayam bergerak naik," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di Pasar Dukuh Kupang Surabaya pada 17 Februari 2026, harga Daging Ayam Ras Rp42 ribu-Rp43 ribu/Kg (HET Rp40 ribu/Kg) dan Telur Ayam Ras Rp31 ribu/Kg (HET Rp30 ribu/Kg).

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260218105719-92-1329128/mendag-buka-suara-soal-harga-ayam-dan-telur-naik-jelang-ramadan
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.