Purbaya Respons Bantuan Bencana Diaspora Aceh Tertahan di Bea Cukai
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan dapat dibebaskan dari ketentuan kepabeanan asalkan ada keterangan resmi dari Badan Nasional Penanggulanga...
Purbaya menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengungkapkan bahwa bantuan kemanusiaan dari diaspora Aceh di Malaysia untuk korban bencana di Aceh tertahan di pelabuhan karena proses administrasi dan pemeriksaan oleh Bea Cukai. Bantuan tersebut, yang mencakup kebutuhan pokok, pakaian, dan perlengkapan lainnya, bernilai ratusan miliar rupiah.
Tito menjelaskan bahwa bantuan tersebut dikumpulkan oleh warga Aceh di Malaysia dan sudah berada di Port Klang, Malaysia, dengan permohonan agar dapat dikirimkan ke pelabuhan di Lhokseumawe. Rincian bantuan yang disebutkan Tito antara lain minyak goreng sekitar 3.000 liter senilai Rp1 miliar, gula pasir senilai Rp50 juta, air mineral senilai Rp672 juta, makanan siap saji 5.000 dus senilai Rp1 miliar, serta Al-Quran senilai Rp1 miliar. Selain itu, terdapat bantuan pakaian baru sekitar 3.000 karung dengan nilai sekitar Rp166 miliar dan perlengkapan kloset toilet senilai Rp4,8 miliar.
Menurut Tito, bantuan ini bukan berasal dari pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat (LSM), melainkan dari komunitas keluarga diaspora Aceh. Pemerintah berupaya menjaga hubungan baik dengan para donatur selama barang yang dikirim tidak melanggar ketentuan.
Tito juga menjelaskan bahwa Bea Cukai meminta persyaratan tambahan sebelum bantuan dapat masuk ke Indonesia. Untuk komoditas minyak goreng dan gula pasir, misalnya, diperlukan persetujuan dari kementerian teknis, yaitu Kementerian Pertanian. Otoritas kepabeanan juga menyoroti bantuan pakaian baru bernilai besar agar tidak mengganggu produksi dalam negeri. Pemerintah daerah, kata Tito, siap melakukan pengawasan ketat agar bantuan tersebut langsung disalurkan kepada pengungsi dan tidak diperjualbelikan.
Ia menambahkan bahwa usulan bantuan beras sempat ditolak pemerintah karena Indonesia telah mencapai swasembada beras. Ke depan, Tito menyatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan BNPB untuk menerima dan menyalurkan bantuan tersebut, dengan BNPB direncanakan menjadi pihak yang menerima sekaligus mendistribusikan bantuan kepada korban bencana di Aceh.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260218151043-532-1329256/purbaya-respons-bantuan-bencana-diaspora-aceh-tertahan-di-bea-cukai
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
10 Apr 2026
Menhub Dorong Perpanjangan Jalur KRL ke Cikampek dan Sukabumi Dikebut
10 Apr 2026
Menaker Tegaskan WFH Swasta Hanya Imbauan, Tak Ingin Ganggu Ekonomi
10 Apr 2026
Kapan Gaji ke-13 2026 PNS Cair? Catat Jadwalnya
10 Apr 2026
Plastik Langka, Industri Minuman Kaji Beralih Kembali Pakai Botol Kaca
10 Apr 2026
IHSG Diprediksi Mendung Jelang Akhir Pekan
10 Apr 2026
Apakah Gaji Pensiunan PNS 2026 Naik?