RI Respons Tarif Dagang AS 10 Persen untuk Semua Negara
Pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan kebijakan Amerika Serikat (AS), termasuk kelanjutan perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) an...
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, dalam keterangan tertulis pada Sabtu (21/2), menyatakan bahwa Indonesia akan terus mengamati dinamika yang terjadi di AS, terutama terkait kelanjutan ART RI-AS.
Haryo menjelaskan bahwa kelanjutan ART bergantung pada keputusan kedua belah pihak. Bagi Indonesia, perjanjian tersebut masih memerlukan proses ratifikasi dan belum langsung berlaku. Sementara itu, AS juga memerlukan proses serupa di negaranya seiring dengan perkembangan terbaru.
"Akan ada pembicaraan selanjutnya antar kedua pihak terhadap segala keputusan yang diambil dan Indonesia akan tetap mengutamakan kepentingan dan kebutuhan nasional ke depannya," ujar Haryo.
Sebelumnya, pada Jumat (20/2), Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif global 10 persen untuk menggantikan bea darurat yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS. Tarif ini direncanakan berlaku paling lama 150 hari atau sekitar 5 bulan. Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan penetapan tarif sebelumnya, yang disebutnya 'sangat mengecewakan', sehingga mendorongnya untuk mengumumkan tarif baru 10 persen pada impor global.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260221140814-92-1330341/ri-respons-tarif-dagang-as-10-persen-untuk-semua-negara
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
09 Apr 2026
Menhub Ungkap Prabowo Minta Garuda Gaet Saudia untuk Alasan Ini
09 Apr 2026
Pengusaha Soal Wacana Penghentian Restitusi Pajak: Perlu Dikaji Ulang
09 Apr 2026
Nasabah Bisa Manfaatkan Flexi Gold di Tengah Fluktuasi Harga Emas
09 Apr 2026
FOTO: Distribusi Pembagian Bantuan Pangan
09 Apr 2026
PLN Umumkan Listrik Jakarta Sudah 100 Persen Menyala
09 Apr 2026
Dampak Perang Timur Tengah mulai Mencekik Pedagang RI