Presiden Prabowo Siap Hadapi Dampak Tarif Baru Trump
Judul: Presiden Prabowo Siap Hadapi Dampak Tarif Baru Trump Jakarta, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia siap menghadapi segala kemungkinan menyusul dinamika kebijak...
Jakarta, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia siap menghadapi segala kemungkinan menyusul dinamika kebijakan tarif Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.
"Kita siap untuk menghadapi semua kemungkinan, kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat. Kita lihat perkembangannya," ujar Prabowo di Washington DC, Sabtu (21/2).
Pernyataan itu disampaikan setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan sejumlah kebijakan tarif global Trump. Dalam putusannya, Mahkamah menyatakan Trump tidak berwenang memberlakukan tarif global berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :
Baru Sehari 10%, Trump Kembali Kerek Tarif Dagang AS ke 15%
Namun situasi kembali berubah. Sebelumnya, Trump memang sempat memberlakukan tarif impor global sebesar 10 persen. Kebijakan itu dinilai sejumlah negara sebagai langkah proteksionis baru.
Prabowo menilai tarif 10 persen masih dalam batas yang dapat dikelola Indonesia.
"Saya kira ya menguntungkan lah (tarif 10 persen)," katanya.
Dengan tarif terus mengalami kenaikan, pemerintah melakukan kalkulasi ulang terhadap potensi dampaknya, terutama bagi sektor ekspor unggulan yang mengandalkan pasar Amerika Serikat.
Pilihan Redaksi
53 Kelompok Komoditas Tani RI Bebas Tarif ke AS, Buah sampai Kopi
RI Respons Tarif Dagang 10 Persen Trump untuk Semua Negara
Macron Respons Putusan Mahkamah Agung AS Tolak Tarif Trump
Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah tetap berupaya mempertahankan kesepakatan tarif 0 persen di beberapa komoditas yang sebelumnya telah dicapai.
"Alhamdulillah, kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10 persen, tetapi yang sudah diberikan 0 persen itu kita minta tetap," ujar Airlangga.
Produk agrikultur seperti kopi dan kakao menjadi prioritas dalam skema tarif 0 persen tersebut karena kontribusinya signifikan terhadap ekspor nasional. Selain itu, fasilitas tarif preferensial juga mencakup sejumlah mata rantai industri strategis, mulai dari elektronik, crude palm oil (CPO), tekstil, hingga berbagai produk turunannya.
Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat diplomasi ekonomi serta memperluas diversifikasi pasar ekspor guna menjaga stabilitas perdagangan nasional di tengah perubahan kebijakan tarif AS terus meningkat.
Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat sendiri telah membatalkan sejumlah kebijakan tarif global Trump yang kemudian memicu dinamika baru dalam lanskap perdagangan internasional.
Dalam amar putusannya, Mahkamah Agung menyatakan Trump tidak memiliki kewenangan memberlakukan tarif global berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA). Namun, tak lama berselang, Trump kembali mengumumkan kebijakan tarif impor global sebesar 10 persen.
Bahkan, dalam perkembangan terbaru, tarif tersebut kembali dinaikkan menjadi 15 persen untuk sejumlah komoditas impor. Langkah tersebut menambah ketidakpastian arah kebijakan dagang Amerika Serikat, sekaligus menjadi perhatian bagi negara-negara mitra dagang, termasuk Indonesia. (tis/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260222042131-92-1330438/presiden-prabowo-siap-hadapi-dampak-tarif-baru-trump
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
09 Apr 2026
Menhub Ungkap Prabowo Minta Garuda Gaet Saudia untuk Alasan Ini
09 Apr 2026
Pengusaha Soal Wacana Penghentian Restitusi Pajak: Perlu Dikaji Ulang
09 Apr 2026
Nasabah Bisa Manfaatkan Flexi Gold di Tengah Fluktuasi Harga Emas
09 Apr 2026
FOTO: Distribusi Pembagian Bantuan Pangan
09 Apr 2026
PLN Umumkan Listrik Jakarta Sudah 100 Persen Menyala
09 Apr 2026
Dampak Perang Timur Tengah mulai Mencekik Pedagang RI