Maman Sebut Impor Ilegal Buat UMKM Mandek hingga Terjerat Kredit Macet
Judul: Maman Sebut Impor Ilegal Buat UMKM Mandek hingga Terjerat Kredit Macet Jakarta, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman menilai maraknya produk imp...
Jakarta, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman menilai maraknya produk impor ilegal menjadi salah satu penyebab utama pelaku UMKM kesulitan berkembang hingga berujung kredit macet.Ia menegaskan persoalan yang dihadapi UMKM bukan terletak pada skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), melainkan pada lemahnya daya saing pasar."Jadi problemnya itu bukan di program KUR-nya. Problemnya itu pada saat UMKM itu kita bantu dengan akses pembiayaan yang sudah cukup besar, sampai Rp1.600 triliun di tahun sekarang ini, UMKM stagnan," ujar Maman dalam diskusi media di kantornya, Jumat (27/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan stagnasi terjadi karena pelaku UMKM kesulitan menjual produk di tengah serbuan barang impor murah, terutama dari China. Kondisi tersebut membuat produk lokal kalah bersaing di pasar domestik.Lihat Juga :Badan Gizi: Satu Dapur MBG Dapat Jatah Rp500 Juta per 12 Hari
"Karena tadi, marketnya, dia produksi barang nggak mampu jual. Kalau dijual, bersaing dengan produk impor dari China, akhirnya mati. Apa dampaknya? Kredit macet," katanya.Maman menambahkan, ketika kredit macet meningkat, pelaku UMKM tidak mampu membayar utang sehingga menimbulkan persoalan sosial yang lebih luas. Ia menyebut dampaknya bukan hanya pada rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), tetapi juga pada kondisi rumah tangga pelaku usaha."Setelah kredit macet, nggak mampu bayar utang. Setelah nggak mampu bayar utang, berantem lah suami istri. Anak nggak bisa sekolah. Jadi problem sosial," ucapnya.Ia menekankan persoalan UMKM harus dilihat secara menyeluruh, tidak semata-mata dari sisi pembiayaan."Kalau melihat dari perspektif UMKM, dari sisi akses pembiayaan, impact-nya itu bukan cuma NPL. Impact-nya itu bukan cuma NPL," tegas Maman.
Oleh sebab itu, Maman menyebutkan tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk bisa membasmi impor ilegal hingga keakarnya. Sebab, tak bisa dipungkuri permainan kotor ini masih terjadi karena ada oknum.Ia menyebutkan bahkan telah terbukti ada pengusaha ekspedisi bekerja sama dengan pegawai dari Bea dan Cukai untuk menyelundupkan barang impor masuk ke pasar domestik."Saya udah sampaikan. Ini biang onar ini perusahaan kargo yang bermain dengan oknum di Bea Cukai. Saya sudah pernah ngomong itu. Jadi, transaksinya itu adalah perusahaan kargo tuh, bener kan tangkap OTT. Bang! Terlihat kan ya transaksinya setiap hari dikasih ke oknum. Terbukti," jelasnya.Maman yakin praktek ini tidak hanya terjadi pada satu perusahaan kargo, sehingga memang perlu memperketat aturan untuk membasmi sampai ke akarnya."Pertanyaannya apakah cuma satu perusahaan kargo blu-ray itu aja tuh? Nggak mungkin. Dan belum lagi pintu-pintunya tuh. Bukan cuma di Tanjung Priok, bukan cuma di Semarang, bukan cuma di Surabaya, tapi di mana-mana. Ini lah yang sedang kami atur dan butuh pengawasan dari berbagai pihak," pungkasnya.[Gambas:Video CNN] (ldy/pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260227200546-92-1332646/maman-sebut-impor-ilegal-buat-umkm-mandek-hingga-terjerat-kredit-macet
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
09 Apr 2026
Ma'ruf Amin: Konsep Halal Bentuk Perlindungan Konsumen di Indonesia
09 Apr 2026
Mandiri Institute: Kerja Berkualitas Kunci Resiliensi Kelas Menengah
09 Apr 2026
Ma'ruf Amin Cerita Awal Mula Dibentuknya Dewan Syariah Nasional MUI
09 Apr 2026
Ma'ruf Amin Buka Proses Penentuan Fatwa Halal Produk Keuangan Syariah
09 Apr 2026
Program Gentengisasi Dimulai Bulan Depan, Majalengka Jadi Pionir
09 Apr 2026
BPH Migas Jamin Stok Bensin-Avtur Aman, Serapan Masih di Bawah Kuota