Ekonomi 05 Mar 2026 12 views

RI Krisis Insinyur, Kebutuhan Tenaga Teknik Masih Kurang 45 Persen

Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengalami kekurangan insinyur. Saat ini, jumlah insinyur di Indonesia tercat...

RI Krisis Insinyur, Kebutuhan Tenaga Teknik Masih Kurang 45 Persen
Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengalami kekurangan insinyur. Saat ini, jumlah insinyur di Indonesia tercatat sekitar 700 ribu orang. Menurut Airlangga, Indonesia masih membutuhkan tambahan sekitar 45 persen insinyur untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Secara lebih rinci, kebutuhan insinyur di sektor semikonduktor diperkirakan mencapai 15 ribu orang. Sementara itu, untuk bidang digital, Indonesia memerlukan sekitar 150 ribu insinyur dalam kurun waktu satu hingga enam tahun ke depan.

Kementerian Ketenagakerjaan telah mendorong program pendidikan vokasi untuk melakukan pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling). Airlangga menyebutkan bahwa sekitar 47 persen insinyur di Indonesia membutuhkan reskilling dan upskilling untuk menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Airlangga menjelaskan bahwa keterampilan masa depan terbagi menjadi tiga bidang utama. Pertama, keterampilan kognitif yang meliputi kemampuan berpikir analitis, kreatif, dan sistematis. Kedua, keterampilan teknologi yang mencakup AI, analisis big data, serta keahlian keamanan siber berkelas dunia. Ketiga, keterampilan engagement yang berfokus pada manajemen dan pemasaran melalui integrasi teknologi yang mulus.

"Kemudian dengan program yang kemarin di London ditandatangani antara Danantara dan Arm (British Semiconductor Company) itu disiapkan pelatihan untuk 150 ribu insinyur kepada ekosistem Arm," kata Airlangga usai acara World Engineering Day for Sustainable Development 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (4/3).

"Jadi kita sekarang lebih spesifik lagi mencari kebutuhan insinyur untuk industri-industri yang didorong oleh pemerintah," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie menyatakan bahwa rasio insinyur di Indonesia masih rendah. Dari sekitar 700 ribu insinyur, rasionya hanya sekitar 2.500 per 1 juta penduduk.

Ilham membandingkan dengan Vietnam yang memiliki rasio sekitar 9.000 insinyur per 1 juta penduduk. Angka ini akan semakin timpang jika dibandingkan dengan China.

"Jadi kita kurang. Kita ada sejuta penduduk, (rasionya) hanya 2.500-an saja. Mestinya minimal kayak Vietnam lah 10.000, jadi kali 4," kata Ilham.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260305110107-92-1334570/ri-krisis-insinyur-kebutuhan-tenaga-teknik-masih-kurang-45-persen
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.