Pengusaha Mal Ngeluh Impor Telat, Pasokan Jelang Lebaran Terganggu
Judul: Pengusaha Mal Ngeluh Impor Telat, Pasokan Jelang Lebaran Terganggu Jakarta, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduan...
Jakarta, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengungkapkan keterlambatan barang impor mulai mengganggu pasokan produk di pusat perbelanjaan menjelang momentum Lebaran.Kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi penjualan ritel pada periode belanja terbesar tahun ini.Dalam laporannya di depan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Budihardjo mengatakan para pelaku ritel sebenarnya telah berupaya menjaga ketersediaan barang dengan mengandalkan stok lokal. Namun sejumlah produk impor yang biasa dijual di pusat perbelanjaan mengalami keterlambatan pengiriman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terpenting adalah konsumsi dalam negeri ini, Pak Menko, kita usaha memenuhi stok. Stok yang ada dari lokal cukup terjaga. Namun untuk impor, Pak Menko, kami menghadapi masalah," kata Budihardjo dalam acara opening ceremony BINA Lebaran 2026 di Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat (6/3).Lihat Juga :Qatar Sebut Minyak Bakal US$150 dan Ekonomi Dunia Jatuh Imbas Perang
Ia menjelaskan keterlambatan tersebut membuat sebagian barang yang biasanya dijual di mal belum sepenuhnya tersedia menjelang momentum Lebaran."Mungkin nanti bisa koordinasi bahwa barang-barang di mal banyak yang impor agak telat, sehingga mungkin Lebaran ini kita agak terganggu untuk penjualannya," ujarnya.Menurut Budihardjo, sektor ritel saat ini melibatkan sekitar 800 merek dengan total sekitar 80 ribu toko yang tersebar di pusat perbelanjaan. Berbagai kategori produk ikut terlibat, mulai dari makanan dan minuman, pakaian, hingga toko elektronik.Untuk mendorong konsumsi masyarakat, pusat perbelanjaan juga menggelar berbagai program promosi seperti midnight sale dan diskon khusus selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Keterlambatan barang impor ini muncul di tengah gangguan perdagangan global yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz.Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Setiap tahun lebih dari 30 ribu kapal melintas di perairan tersebut dengan membawa sekitar 11 persen perdagangan laut global.Jalur ini juga menjadi rute penting bagi pengiriman berbagai komoditas dunia, tidak hanya minyak dan gas, tetapi juga barang konsumsi seperti elektronik, pakaian, dan kebutuhan rumah tangga yang dikirim menggunakan kontainer.Penutupan Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) menyusul konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi global. Gangguan pelayaran di kawasan tersebut berpotensi menunda pengiriman barang ke berbagai negara, termasuk Indonesia.[Gambas:Video CNN] (del/pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260307070319-92-1335266/pengusaha-mal-ngeluh-impor-telat-pasokan-jelang-lebaran-terganggu
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
08 Apr 2026
Menperin Pastikan Stok Plastik RI Masih Aman Meski Harga Melambung
08 Apr 2026
Pertamina Lampaui Target Emisi, Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Energi
08 Apr 2026
Dapat Restu dari Pemerintah, Garuda Akan Naikkan Harga Tiket
08 Apr 2026
PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025, Dirut Raih Green Leadership
08 Apr 2026
FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI, Pantau Reformasi Bursa
08 Apr 2026
Target Listrik 100 GW EBT Dinilai Belum Matang, Ini Catatan METI