Pasokan Pupuk Nasional Dipastikan Aman Meski Selat Hormuz Ditutup
PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin pasokan pupuk nasional tetap aman meskipun Selat Hormuz ditutup akibat konflik di Timur Tengah. Perusahaan menyatakan bahwa dampak langsung te...
Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, dalam media briefing di Mercure Cikini, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/3), menegaskan bahwa konflik di Selat Hormuz tidak memengaruhi produksi pupuk nasional secara signifikan. Ia menjelaskan bahwa produksi pupuk Urea aman karena bahan bakunya berasal dari gas bumi domestik.
Untuk pupuk NPK, yang menggunakan bahan baku impor, Yehezkiel menyatakan bahwa pasokan tidak berasal dari negara-negara yang terlibat konflik di Timur Tengah. Fosfat diimpor dari wilayah Afrika Utara seperti Maroko dan Aljazair, sedangkan kalium atau KCL diambil dari Belarusia, Rusia, dan Kanada.
Kondisi ini membuat operasional produksi pupuk nasional tetap berjalan normal, bahkan stok bahan baku diperkirakan cukup untuk enam hingga tujuh bulan ke depan. Namun, perusahaan tetap memantau potensi kenaikan biaya logistik global, khususnya biaya pengiriman (freight), yang berkorelasi dengan kenaikan harga minyak dunia.
Di sisi lain, Pupuk Indonesia juga memastikan distribusi pupuk subsidi berjalan sesuai penugasan pemerintah. Pada tahun 2026, perusahaan ditugaskan menyalurkan sekitar 9,84 juta ton pupuk subsidi, meningkat dari 9,55 juta ton pada tahun sebelumnya. Tahun ini, alokasi pupuk subsidi juga diperluas ke sektor perikanan. Hingga saat ini, penyaluran pupuk subsidi telah mencapai sekitar 1,7 juta ton atau sekitar 18 persen dari total target, yang merupakan salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah penutupan Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran pada akhir Februari lalu. Selat Hormuz adalah jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dilalui lebih dari 30 ribu kapal setiap tahun dan mengangkut sekitar 11 persen perdagangan laut global. Selain minyak dan gas, jalur ini juga penting untuk komoditas lain, termasuk pupuk. Lebih dari 30 persen perdagangan pupuk urea global berasal dari negara-negara di kawasan Teluk dan dikirim melalui jalur ini. Gangguan distribusi di kawasan tersebut berpotensi memicu kenaikan biaya produksi pertanian global dan meningkatkan risiko krisis pangan jika konflik berlanjut.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260307084621-92-1335278/pasokan-pupuk-nasional-dipastikan-aman-meski-selat-hormuz-ditutup
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
08 Apr 2026
Menperin Pastikan Stok Plastik RI Masih Aman Meski Harga Melambung
08 Apr 2026
Pertamina Lampaui Target Emisi, Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Energi
08 Apr 2026
Dapat Restu dari Pemerintah, Garuda Akan Naikkan Harga Tiket
08 Apr 2026
PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025, Dirut Raih Green Leadership
08 Apr 2026
FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI, Pantau Reformasi Bursa
08 Apr 2026
Target Listrik 100 GW EBT Dinilai Belum Matang, Ini Catatan METI