Arab hingga Kuwait Pangkas Produksi Minyak 6,7 Juta Bph Imbas Perang
Pasokan minyak di kawasan Timur Tengah mengalami penurunan sekitar 6 persen dari total produksi global. Hal ini terjadi setelah Selat Hormuz ditutup di tengah memanasnya konflik an...
Menurut laporan, pengurangan produksi minyak juga meluas di wilayah Teluk Arab. Meskipun Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah melakukan ekspor melalui rute alternatif, yaitu Laut Merah, produksi minyak tetap terpangkas.
Secara kolektif, Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, dan Kuwait telah mengurangi produksi gabungan mereka hingga 6,7 juta barel per hari (bph). Langkah ini merupakan respons terhadap kondisi pasokan dan telah mengurangi produksi kolektif mereka hingga sepertiga sejak perang dimulai.
Rinciannya, Arab Saudi mengurangi produksi sebesar 2 hingga 2,5 juta bph, dan Uni Emirat Arab sebesar 500.000 hingga 800.000 bph. Kuwait mengurangi sekitar setengah juta bph, sementara Irak sekitar 2,9 juta bph.
Selain itu, konflik ini juga menyebabkan penutupan kilang-kilang, penghentian produksi gas alam cair di Qatar, serta lonjakan harga bahan bakar global dan biaya transportasi minyak.
Harga minyak sempat mendekati US$120 per barel pada Senin (9/3), meskipun kemudian kembali turun setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik AS dan Israel dengan Iran akan segera berakhir.
Pagi ini, harga minyak mentah Brent naik tipis 11 sen atau 0,13 persen menjadi US$87,91 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 7 sen atau 0,08 persen ke level US$83,52 per barel.
Arab Saudi telah mengalihkan jutaan barel minyak ke terminal ekspornya di pantai Laut Merah, yang diduga untuk menghindari dampak terburuk dari penutupan Selat Hormuz. Uni Emirat Arab, yang memiliki pipa bypass, juga mengalihkan barel minyak dari jalur laut tersebut.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260311133908-85-1336806/arab-hingga-kuwait-pangkas-produksi-minyak-67-juta-bph-imbas-perang
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Hitungan Amran: Stok Beras 4,6 Juta Ton Cukup untuk 11 Bulan
07 Apr 2026
Siapkan Solusi, Mentan Amran Bakal Cek Harga Ayam Hidup yang Anjlok
07 Apr 2026
BI Buka Suara soal Rupiah Tembus Level Terendah Sepanjang Sejarah
07 Apr 2026
Ada 15 Juta Ton, Pupuk Indonesia Pastikan Produksi Aman
07 Apr 2026
FOTO: Kedelai Mahal, Harga Jual Tahu Masih Tertahan
07 Apr 2026
Kisah Ritno Kurniawan, Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai