Amran Bidik Nilai Tambah Hilirisasi Kelapa Dkk Tembus Rp5.000 T
Judul: Amran Bidik Nilai Tambah Hilirisasi Kelapa Dkk Tembus Rp5.000 T Jakarta, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan program hilirisasi berbagai komoditas pe...
Jakarta, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan program hilirisasi berbagai komoditas perkebunan, termasuk kelapa, dapat menghasilkan nilai tambah hingga Rp5.000 triliun bagi perekonomian nasional.Menurut Amran, potensi tersebut berasal dari pengolahan komoditas dalam negeri menjadi produk bernilai tinggi sebelum diekspor sehingga nilai ekonomi tidak lagi berhenti di tahap bahan baku."Bayangkan, dari kelapa itu kita hilirisasi nilainya bisa sampai air kelapa dengan kelapanya, itu totalnya bisa Rp5.000 triliun. Kemudian gambir bisa Rp5.000 triliun. Ini hitungan dosen," ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan selama ini banyak komoditas Tanah Air masih diekspor dalam bentuk bahan mentah. Padahal, jika diproses lebih lanjut menjadi produk jadi seperti bahan kosmetik, pangan, atau produk industri lainnya, nilai ekonominya dapat meningkat signifikan.Lihat Juga :Amran Gelontorkan Rp10 T untuk Peremajaan Kelapa 870 Ribu Hektare
Amran mencontohkan komoditas gambir yang saat ini dikuasai Indonesia hingga sekitar 80 persen pasar dunia, namun sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan baku."Insyaallah pabriknya gambir, kita menguasai pasar dunia itu 80 persen. Tapi kita ekspor bahan baku. Harusnya hilirisasi, itulah perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Seluruh komoditas ini kita hilirisasi," ujarnya.Ia menambahkan melalui hilirisasi komoditas seperti kelapa, gambir, dan minyak sawit mentah (CPO), Indonesia berpeluang meningkatkan nilai ekspor sekaligus membuka lapangan kerja baru di dalam negeri.Selain mendorong hilirisasi, Kementan juga mulai menggandeng berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi pertanian.
Beberapa inovasi yang sedang diuji coba antara lain alat panjat kelapa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) serta mesin pengering jagung mobile dari Institut Teknologi Bandung (ITB)."Yang pertama dari ITS, ada alat panjat kelapa, kami langsung minta 10 unit uji coba. Kemudian dari ITB ada dryer jagung portable, ini bisa keliling ke petani-petani di tengah sawah dan kebun jagung," ujar Amran.Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi risiko kerja di lapangan.Pemerintah juga membuka peluang untuk memperluas penggunaan teknologi tersebut jika hasil uji coba menunjukkan kinerja yang efektif di lapangan.[Gambas:Video CNN] (del/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260312131003-92-1337218/amran-bidik-nilai-tambah-hilirisasi-kelapa-dkk-tembus-rp5000-t
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Hitungan Amran: Stok Beras 4,6 Juta Ton Cukup untuk 11 Bulan
07 Apr 2026
Siapkan Solusi, Mentan Amran Bakal Cek Harga Ayam Hidup yang Anjlok
07 Apr 2026
BI Buka Suara soal Rupiah Tembus Level Terendah Sepanjang Sejarah
07 Apr 2026
Ada 15 Juta Ton, Pupuk Indonesia Pastikan Produksi Aman
07 Apr 2026
FOTO: Kedelai Mahal, Harga Jual Tahu Masih Tertahan
07 Apr 2026
Kisah Ritno Kurniawan, Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai