Ekonomi 13 Mar 2026 4 views

Ini 8 Daftar Negara Paling Terpukul Ekonominya Imbas Konflik Iran

Judul: Ini 8 Daftar Negara Paling Terpukul Ekonominya Imbas Konflik Iran Jakarta, Perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak 28 Februari mulai menimbulkan da...

Ini 8 Daftar Negara Paling Terpukul Ekonominya Imbas Konflik Iran
Judul: Ini 8 Daftar Negara Paling Terpukul Ekonominya Imbas Konflik Iran

Jakarta, Perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak 28 Februari mulai menimbulkan dampak ekonomi di berbagai negara, termasuk di Asia dan Asia Tenggara.Konflik yang meluas ke kawasan Timur Tengah tersebut memicu gangguan pada fasilitas energi, jalur pelayaran, hingga distribusi bahan bakar dunia.Situasi semakin memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia. Jalur laut sempit itu dilintasi sebagian besar kapal tanker minyak dari kawasan Teluk menuju pasar global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan jalur tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia yang pada awal Maret menembus lebih dari US$100 per barel, level tertinggi sejak 2022. Kenaikan harga energi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi krisis energi global.
Sejumlah negara yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah mulai merasakan dampaknya. Pemerintah di beberapa negara bahkan mengambil langkah darurat, mulai dari penghematan energi hingga perubahan kebijakan kerja untuk menekan konsumsi bahan bakar.Berikut beberapa negara yang mulai merasakan dampak ekonomi dari konflik tersebut.1. FilipinaFilipina menjadi salah satu negara yang paling cepat merespons dampak konflik di Timur Tengah. Presiden Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr memutuskan menerapkan kebijakan empat hari kerja dalam sepekan untuk mengurangi konsumsi energi nasional."Kita adalah korban perang yang bukan kemauan kita," kata Marcos dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP.Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada 9 Maret dan awalnya berlaku bagi kantor-kantor pemerintah. Namun layanan publik penting seperti polisi dan pemadam kebakaran tetap beroperasi normal.Pemerintah Filipina memperkirakan penutupan Selat Hormuz berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar domestik. Harga bensin diperkirakan naik sekitar 7,48 peso per liter, solar 17,28 peso, dan minyak tanah 32,35 peso per liter.Filipina sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk Persia. Sekitar 96 persen kebutuhan minyak negara tersebut berasal dari wilayah itu, sehingga gangguan distribusi langsung memengaruhi stabilitas energi domestik.Sebagai langkah penghematan, pemerintah memerintahkan seluruh instansi mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar sebesar 10-20 persen, melarang perjalanan dinas luar negeri bagi aparatur negara, serta mengalihkan sebagian rapat ke sistem daring.Lihat Juga :AS Pernah Tuduh Perusahaan RI-Malaysia Pasok Komponen Drone Iran2. ThailandThailand juga mulai menerapkan kebijakan penghematan energi setelah konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap pasokan bahan bakar.Perdana Menteri sementara Anutin Charnvirakul meminta pegawai negeri bekerja dari rumah serta menangguhkan perjalanan dinas ke luar negeri.Pemerintah juga mendorong kantor pemerintah dan swasta menaikkan suhu pendingin ruangan menjadi 26-27 derajat Celsius untuk menghemat listrik. Selain itu, pegawai diminta mematikan peralatan yang tidak digunakan, mengurangi penggunaan lift, serta mengalihkan rapat ke platform virtual.Thailand sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah. Sekitar 74 persen minyak negara tersebut diimpor dari Teluk Persia.Sebagai langkah antisipasi tambahan, pemerintah bahkan mempertimbangkan mematikan lampu papan reklame dan menutup SPBU pada pukul 22.00 malam apabila situasi konflik semakin memburuk.Di sektor energi, pemerintah juga berencana menurunkan harga gasohol E20 untuk menekan konsumsi bensin serta meningkatkan penggunaan diesel B7 berbasis minyak sawit guna mengurangi ketergantungan pada diesel murni.Meski demikian, pemerintah Thailand menyatakan pasokan bahan bakar nasional saat ini masih berada dalam kondisi aman.Lihat Juga :Selat Hormuz Ditutup, Rupiah Kembali Mepet Rp17 Ribu3. VietnamVietnam juga mulai mengambil langkah pencegahan terhadap potensi lonjakan konsumsi bahan bakar di dalam negeri.Pemerintah mendorong perusahaan dan instansi untuk menerapkan kerja dari rumah apabila memungkinkan sebagai upaya mengurangi penggunaan kendaraan dan konsumsi energi.Di sejumlah kota besar, antrean panjang mulai terlihat di beberapa stasiun pengisian bahan bakar. Seorang warga dilaporkan harus mengantre hingga satu jam hanya untuk mengisi tangki kendaraan.Pemerintah juga mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum atau bahkan sepeda.Vietnam sejauh ini belum mengalami krisis bahan bakar secara nasional. Namun media lokal melaporkan puluhan SPBU kecil mulai mengurangi jam operasional atau tutup sementara karena pasokan menipis.Ketergantungan Vietnam terhadap energi dari Timur Tengah juga cukup besar. Sekitar 87 persen kebutuhan minyak negara tersebut berasal dari kawasan tersebut.[Gambas:Video CNN]
4. IndiaDampak konflik Timur Tengah juga mulai terasa di India, terutama pada sektor usaha restoran yang sangat bergantung pada pasokan gas LPG.Sejumlah pelaku usaha memperingatkan operasional restoran berpotensi terganggu jika pasokan gas tidak segera stabil. Jaringan restoran California Burrito, yang memiliki lebih dari 100 gerai di India, mengaku hanya memiliki stok LPG untuk dua hari."Kami hanya memiliki stok LPG untuk dua hari. Saat ini kami sedang menyiapkan langkah darurat," kata pendiri California Burrito, Bert Muller.Beberapa restoran mulai menghemat penggunaan gas dan mengganti sebagian peralatan dapur dengan kompor induksi.Lihat Juga :ANALISISHarga Minyak US$200/Barel: Fantasi Liar atau Ancaman Nyata Depan Mata?Kelangkaan gas terjadi setelah perang menghentikan lalu lintas kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur utama distribusi energi.Selain itu, Qatar, salah satu pemasok utama gas alam cair (LNG) ke India, menghentikan produksinya setelah serangan balasan Iran ke negara-negara Teluk.Pemerintah India telah membentuk panel khusus untuk mengevaluasi pasokan LPG bagi sektor industri dan restoran setelah menerima laporan dari asosiasi industri.5. IndonesiaIndonesia tidak terlibat langsung dalam konflik, namun dampak ekonomi mulai terasa secara tidak langsung.Salah satunya terjadi di sektor penerbangan. Penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah menyebabkan 35 jadwal penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dibatalkan, terdiri dari 20 penerbangan keberangkatan dan 15 kedatangan.Sebanyak 5.905 calon penumpang tercatat terdampak pembatalan tersebut. Selain itu, sekitar 2.000 jemaah umrah Indonesia sempat tertahan di Timur Tengah karena gangguan penerbangan.Di sektor energi, dua kapal milik Pertamina International Shipping, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, sempat tertahan di kawasan Timur Tengah akibat situasi konflik.Kendati demikian, pemerintah memastikan rantai pasok energi nasional masih berjalan. Dua kapal lainnya, PIS Rinjani dan PIS Paragon, telah keluar dari kawasan konflik dan melanjutkan pelayaran.Di sisi lain, tekanan eksternal juga terlihat pada nilai tukar rupiah yang sempat melemah hingga menembus Rp17 ribu per dolar AS, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak dunia.6. PalestinaDi Jalur Gaza, Palestina, dampak konflik terlihat pada sektor logistik dan harga pangan. Sejumlah warga melaporkan harga bahan makanan melonjak tajam dan beberapa komoditas bahkan mulai sulit ditemukan di pasar."Masyarakat tidak mampu lagi membeli sayuran dan buah-buahan karena harga yang tinggi akibat perang antara Israel dan Iran," kata seorang warga Gaza kepada Al Jazeera.Kondisi ini terjadi setelah perbatasan Gaza ditutup atau dibatasi sejak serangan awal pada 28 Februari.Jumlah truk bantuan yang masuk ke wilayah tersebut juga menurun drastis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hanya sekitar 200 truk bantuan per hari yang dapat masuk, jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal yang mencapai sekitar 600 truk.Pembatasan logistik tersebut membuat distribusi makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya menjadi semakin terbatas.[Gambas:Photo CNN]7. BangladeshBangladesh mengambil langkah berbeda dengan menutup lembaga pendidikan di seluruh negeri untuk menghemat energi.Kementerian Pendidikan Bangladesh memutuskan memulai libur Idul Fitri lebih awal, yang secara efektif menutup universitas, sekolah internasional, serta pusat bimbingan belajar."Keputusan ini diambil untuk mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar dengan mempertimbangkan situasi global saat ini," demikian isi surat edaran kementerian.Penutupan tersebut bertujuan menekan penggunaan listrik di ruang kelas, laboratorium, asrama, dan gedung administrasi. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mengurangi konsumsi bahan bakar dari mobilitas siswa dan tenaga pengajar.Pemerintah Bangladesh juga mengimbau kantor dan lembaga publik menggunakan listrik secara lebih efisien di tengah tekanan pasokan energi akibat gejolak pasar minyak global.8. Uni Emirat ArabUni Emirat Arab juga menghadapi dampak konflik melalui gangguan penerbangan dan penutupan wilayah udara di kawasan.Pemerintah UEA memutuskan membebaskan denda overstay bagi wisatawan dan warga asing yang tidak dapat meninggalkan negara tersebut karena pembatalan penerbangan.Kebijakan ini berlaku sejak 28 Februari 2026 dan mencakup wisatawan pemegang visa turis, pemegang visa kunjungan, serta individu yang telah memiliki izin keluar dari negara tersebut.Otoritas juga menyiagakan tim khusus di bandara untuk membantu penumpang yang terdampak penundaan penerbangan. Pemerintah membuka koridor udara aman dengan negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) guna memulihkan lalu lintas penerbangan secara bertahap.[Gambas:Video CNN]
Add
as a preferred source on Google
dsgsad

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260313111209-92-1337610/ini-8-daftar-negara-paling-terpukul-ekonominya-imbas-konflik-iran
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.