Harga Minyak Dunia Naik, Purbaya Ancang-ancang Pangkas Anggaran
Judul: Harga Minyak Dunia Naik, Purbaya Ancang-ancang Pangkas Anggaran Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap pemerintah tengah menyiapkan langkah efis...
Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap pemerintah tengah menyiapkan langkah efisiensi anggaran menyusul fluktuasi harga minyak dunia yang terus terjadi.Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah meminta kementerian dan lembaga teknis menyiapkan daftar program yang anggarannya dapat dipotong, termasuk besaran persentase pemangkasan yang memungkinkan dilakukan."Ada tadi didiskusikan tadi kalau memang harga naik terus kan itu langkah pertama efisiensi. Kita sudah persiapkan langkah-langkah yang diperlukan," ujar Purbaya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan saat ini terdapat sejumlah program yang memiliki tambahan anggaran belanja tambahan (ABT), sehingga membuat alokasi anggaran membengkak.Lihat Juga :Tak Lapor SPT Tahun Lalu, Apakah Masih Bisa Dilaporkan Tahun Ini?
Dalam kondisi sekarang, pemerintah akan lebih memprioritaskan anggaran yang ada. Jadi, untuk ABT, akan ditunda terlebih dahulu hingga kondisi fiskal dinilai lebih memungkinkan."Kita fokus ke anggaran yang ada, maksimalkan anggaran yang ada. Nanti mungkin dalam seminggu ke depan Kementerian Keuangan akan menentukan langkah awal mereka (kementerian dan lembaga teknis) untuk siap-siap," ujar Purbaya.Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu belum mengungkapkan jumlah anggaran yang berpotensi dipangkas.Menurut dia, langkah utama yang dilakukan pemerintah saat ini adalah menjaga agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali."Belum (ada angkanya). Jadi kita pertama jaga APBN terkendali. Nanti kalau enggak bisa lagi, harganya (minyak dunia) enggak terkendali, ya kita kerjakan yang lain," ucap Purbaya.
Di tengah harga minyak dunia yang sedang meningkat, Purbaya menilai kecil kemungkinan harga akan melonjak hingga US$150 per barel.Menurut dia, perekonomian global tidak akan mampu menahan harga minyak yang terlalu tinggi karena berpotensi memicu resesi di banyak negara.Ia mencontohkan pada 2013 harga minyak dunia sempat menembus sekitar US$150 per barel. Namun setelah itu harganya anjlok hingga sekitar US$15 per barel sebelum kembali naik ke kisaran US$25 pada periode 2017 hingga 2018."Harusnya para juragan minyak juga mengerti akan itu. Dia enggak akan naik ke level yang terlalu tinggi yang menyebabkan resesi global. Kenapa? Akhirnya dia rugi banyak," ujar Purbaya.[Gambas:Video CNN] (dhz/sfr)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260316214615-532-1338795/harga-minyak-dunia-naik-purbaya-ancang-ancang-pangkas-anggaran
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Bulog Pede Stok Beras RI Bakal Tembus 6 Juta Ton pada 2027
07 Apr 2026
Prabowo saat Purbaya Lapor Setoran Pajak Naik: Sudah Pada Takut, Ya?
07 Apr 2026
Liburan Keluarga Seru dan Hemat, Allo Paylater Beri Diskon 20 Persen
07 Apr 2026
Purbaya Sebut Defisit APBN Membengkak karena Pemerintah Kebut Belanja
07 Apr 2026
Harga Minyak Sentuh US$113 Imbas Ultimatum Trump Jadikan Iran 'Neraka'
07 Apr 2026
Harga Emas Antam Naik Rp19 Ribu Jadi Rp2,850 Juta per Gram