Djony Tjondro: Diversifikasi dan Catur Dharma, Kunci Resiliensi Astra
PT Astra International Tbk (Astra), yang akan segera berusia 69 tahun, telah menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia yang paling stabil. Dalam hampir tujuh dekade, Astra menunju...
Pada tahun 2020, pandemi Covid-19 sangat mengganggu ekonomi global dan domestik, mengubah lanskap bisnis secara drastis. Djony, yang menjabat sejak 2020, menjelaskan bahwa hampir semua unit bisnis Grup Astra mengalami penurunan, dan kekhawatiran terhadap kesehatan serta keselamatan karyawan meningkat.
Tahun-tahun berikutnya, kondisi eksternal dan internal terus menguji ketahanan Grup Astra. Djony menambahkan, "Fluktuasi harga komoditas, melemahnya daya beli masyarakat, serta meningkatnya persaingan, khususnya dari pelaku industri sektor otomotif dan alat berat, telah mengubah dinamika pasar di bisnis kami."
Dari pengalaman tersebut, Astra memahami bahwa ketergantungan pada satu sektor bisnis adalah risiko besar. Oleh karena itu, Astra mengembangkan anak perusahaannya dari 236 pada tahun 2020 menjadi 321. Saat ini, ekspansi Astra mencakup 190 ribu karyawan di tujuh lini bisnis: otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, agribisnis, infrastruktur, serta properti dan teknologi informasi.
Djony mengakui bahwa diversifikasi Astra dirancang dengan sensitivitas ekonomi yang beragam, sehingga mampu meningkatkan stabilitas laba di berbagai siklus ekonomi. "Kemampuan Grup untuk bertahan dan berkembang didukung oleh portofolio bisnis kami yang terdiversifikasi secara terukur, pengalaman operasional puluhan tahun, komitmen yang konsisten dalam menjaga kualitas produk dan layanan serta penguatan sinergi dalam ekosistem Grup yang luas, termasuk kolaborasi yang solid dengan para partner Astra," jelasnya.
Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas laba. Ekspansi Astra ke area-area yang berdekatan dengan bisnis yang sudah ada serta area baru, seperti investasi di segmen mobil bekas, perluasan produk pembiayaan, hingga sektor layanan kesehatan dan mineral bukan batubara, merupakan langkah konkret untuk memperkuat pertumbuhan masa depan.
"Kinerja yang baik dan solid dari seluruh bisnis tidaklah cukup. Kinerja yang ada harus bertumbuh kembang. Untuk itu kita membutuhkan tumpuan baru ke depan melalui ekspansi ke bisnis yang berkaitan dengan bisnis Astra, memperlebar cakupan dari bisnis Astra dengan cermat dengan prinsip kehati-hatian di sektor-sektor baru yang selama ini belum menjadi bidang yang digeluti oleh Grup Astra," kata Djony.
Kedisiplinan modal dan keunggulan operasional menjadi syarat mutlak dalam setiap aksi korporasi. Setiap langkah ekspansi dipastikan sejalan dengan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan posisi neraca yang kuat, Astra mampu menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan pasar saat ini dengan transformasi jangka panjang yang berkelanjutan.
Di balik pertumbuhan yang mengesankan, Astra meyakini bahwa kekuatan utama perusahaan terletak pada sumber daya manusia. Dengan ratusan ribu karyawan, Astra berinvestasi pada kemampuan teknis yang mumpuni, diikuti karakter yang selaras dengan filosofi Catur Dharma.
Sebagai nilai yang diwariskan oleh pendiri Astra, William Soeryadjaya, filosofi Catur Dharma menjadi kompas perusahaan untuk tumbuh dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Prinsip ini diintegrasikan ke dalam kerangka strategi 3P Roadmap, yang secara sistematis menyelaraskan pengelolaan portofolio bisnis, pengembangan sumber daya manusia, dan kontribusi sosial demi mewujudkan visi Sejahtera Bersama Bangsa.
Dalam praktiknya, Catur Dharma adalah nilai yang hidup dalam setiap keputusan bisnis, kerja sama, dan langkah strategis Grup Astra. Para pemimpin Astra diwajibkan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut secara konsisten dalam operasional sehari-hari, untuk menjaga standar moral dan etika perusahaan. Dengan menempatkan manusia berkarakter kuat yang menjunjung nilai-nilai dharma, Astra memastikan bahwa transisi kepemimpinan dan transformasi bisnis tetap berpijak pada landasan moral yang kokoh untuk menghadapi tantangan masa depan.
Djony secara khusus menyoroti bahwa regenerasi kepemimpinan di Astra bukan proses instan, melainkan siklus strategis yang direncanakan secara matang. Ia mengakui, karakter manusia adalah kunci kekuatan Grup Astra. "Kalau bicara people, perjalanan ini tidak akan pernah selesai. Kita harus terus mencari dan mengembangkan talenta-talenta baru dan kita persiapkan pemimpin-pemimpin baru yang memiliki kemampuan yang baik, dan juga memiliki hati yang baik, karakter yang baik, serta loyal terhadap organisasi," ujar Djony.
Ia menambahkan, "Model bisnis dan teknologi, serta produk akan selalu berubah seiring dengan perkembangan zaman, evolusi tatanan bisnis, kompetisi, dan perubahan perilaku konsumen. Manusia yang memiliki karakter yang baik dan ditempa dengan nilai-nilai yang baik yang akan menjadi penentu keberhasilan organisasi dan korporasi."
Bagi Astra, keberlanjutan bisnis juga harus memberikan manfaat nyata bagi bangsa. Melalui berbagai inisiatif kontribusi sosial seperti Desa Sejahtera Astra dan SATU Awards, perusahaan mewujudkan visi Sejahtera Bersama Bangsa. Mengemban cita-cita untuk menjadi "pohon rindang" yang menaungi masyarakat, Astra memastikan kontribusi sosial yang berkelanjutan, terukur, dan berdampak luas bagi kesejahteraan sosial dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Djony mengingatkan bahwa stabilitas bisa datang dari kesinambungan operasional, tetapi keabadian sebuah organisasi datang dari nilai-nilai yang dijaganya secara konsisten. "Continuity gives stability, but values give eternity. Great companies are not built in a year, but across generations that honour their values, sharpen their core, and embrace the future with courage," pungkas Djony.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260318133851-625-1339357/djony-tjondro-diversifikasi-dan-catur-dharma-kunci-resiliensi-astra
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
OJK Catat Kredit Februari 2026 Naik 9,37% Menjadi Rp8,56 T
07 Apr 2026
Bahlil Sebut Stok LPG Aman: Impor Dialihkan dari Timur Tengah
07 Apr 2026
Purbaya Endus Kebocoran Dibalik Restitusi Pajak 2025 Rp360 Triliun
07 Apr 2026
Purbaya Endus Kebocoran di Balik Restitusi Pajak 2025 Rp360 Triliun
06 Apr 2026
Per Februari 2026, Rp1,65 Triliun KUR Syariah BSI Jangkau 11 Ribu UMKM
06 Apr 2026
Lesu di Penghujung Kuartal I, IHSG Maret Ambles 14,4% ke 7.048