Israel Serang Ladang Gas Terbesar Iran, Peringatan Trump Dicuekin
Israel kembali melancarkan serangan gelombang baru ke South Pars, Iran, di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) terkait serangan terhadap fasilitas energi pada Jumat (20/3...
Serangan ini terjadi hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump meminta Israel tidak mengulangi serangan terhadap infrastruktur energi, khususnya ladang gas South Pars. Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih, "Saya bilang kepadanya, 'jangan lakukan itu', dan dia tidak akan melakukannya." Namun, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya diindahkan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan serangan ke South Pars dilakukan secara mandiri tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Washington.
Serangan terhadap ladang gas terbesar Iran itu menjadi titik penting dalam konflik, karena untuk pertama kalinya infrastruktur energi utama Iran menjadi target langsung. Langkah ini meningkatkan risiko gangguan besar terhadap pasokan energi global. Trump bahkan kembali mengeluarkan peringatan keras melalui media sosial Truth, menyatakan tidak akan ada lagi serangan terhadap South Pars kecuali Iran menyerang Qatar. Ia juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat menghancurkan fasilitas tersebut jika konflik semakin meluas.
Eskalasi konflik juga merembet ke kawasan Teluk. Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab melaporkan serangan rudal pada Jumat dini hari, menyusul serangan balasan Iran dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, Iran membalas serangan Israel ke South Pars dengan menghantam fasilitas gas alam cair (LNG) Ras Laffan di Qatar. Fasilitas tersebut memproses sekitar seperlima pasokan LNG dunia. Serangan itu menyebabkan kerusakan besar yang diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki. Selain itu, pelabuhan utama Arab Saudi di Laut Merah juga dilaporkan menjadi sasaran serangan, meskipun sebelumnya digunakan sebagai jalur alternatif ekspor untuk menghindari penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Serangan terhadap fasilitas energi di kawasan ini semakin memicu kekhawatiran akan krisis energi global. Harga energi sempat melonjak tajam pada Kamis (19/3) kemarin, sebelum sedikit mereda pada Jumat setelah sejumlah negara Eropa dan Jepang menyatakan kesiapan membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Sejumlah negara seperti Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang menyatakan siap berkontribusi menjaga keamanan jalur tersebut, serta mengambil langkah untuk menstabilkan pasar energi, termasuk meningkatkan produksi. Namun hingga kini belum ada langkah konkret. Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan keterlibatan militer baru akan dipertimbangkan setelah konflik mereda. Konflik yang berlangsung sejak 28 Februari itu telah menewaskan ribuan orang, meluas ke negara-negara tetangga, serta mengguncang pasar energi dunia.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260320140436-85-1339887/israel-serang-ladang-gas-terbesar-iran-peringatan-trump-dicuekin
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Per Februari 2026, Rp1,65 Triliun KUR Syariah BSI Jangkau 11 Ribu UMKM
06 Apr 2026
Lesu di Penghujung Kuartal I, IHSG Maret Ambles 14,4% ke 7.048
06 Apr 2026
Hadapi Krisis, Purbaya Ungkap RI Ogah Ikuti Saran IMF
06 Apr 2026
Menko Airlangga Izinkan Harga Tiket Pesawat Domestik Naik 13 Persen
06 Apr 2026
Direstui Prabowo Caplok PNM, Purbaya Bakal Sulap Jadi Bank UMKM
06 Apr 2026
Purbaya Tepis Isu Kas Negara Seret, BBM Subsidi Dijamin Tak Naik