Tetangga RI Ini Lobi AS Agar Boleh Impor Minyak dari Negara Terlarang
Judul: Tetangga RI Ini Lobi AS Agar Boleh Impor Minyak dari Negara Terlarang Jakarta, Berbagai negara menghadapi krisis energi imbas perang Iran melawan agresi Amerika Serikat (AS...
Jakarta, Berbagai negara menghadapi krisis energi imbas perang Iran melawan agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel. Bahkan, ada negara tetangga Indonesia yang melobi Washington agar dibolehkan mengimpor minyak dari 'negara terlarang'.Filipina bernegosiasi dengan AS agar dapat membeli minyak dari negara-negara yang dikenai sanksi oleh Washington demi mengamankan pasokan dalam negerinya."Kami bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (AS) untuk mendapatkan keringanan atau pengecualian guna membeli minyak dari negara yang dikenai sanksi AS," kata Duta Besar Filipina untuk AS, Jose Manuel Romualdez kepada Reuters melalui pesan telepon, Rabu (25/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya apakah minyak dari Venezuela dan Iran termasuk dalam lobi dengan dengan AS, Romualdez mengatakan semua opsi dipertimbangkan. Pihak AS juga masih mengkaji permohonan Filipina.Lihat Juga :Saudi Aramco Pangkas Pasokan Minyak ke Asia Pada April
Negara yang sangat bergantung pada impor bahan bakar sudah menetapkan status darurat energi nasional pada Selasa kemarin.Deklarasi darurat energi itu berlaku selama satu tahun. Keputusan ini juga memberi wewenang kepada pemerintah untuk membeli bahan bakar dan produk minyak guna memastikan pasokan yang tepat waktu dan mencukupi.Segala upaya mengatasi krisis ditempuh untuk merespons dampak perang Timur Tengah, termasuk pengadaan minyak dari 'negara terlarang'. Adapun negara pengahsil minyak yang dikenai sanksi AS antara lain Iran, Rusia dan Venezuela.Manila juga meningkatkan pembangkit listrik berbahan batu bara akibat tekanan pasokan energi.
Selain itu, Filipina dijadwalkan menerima impor minyak mentah Rusia untuk pertama kali dalam lima tahun terakhir pada pekan ini. Impor minyak Moskow itu dilakukan setelah mendapat keringanan sanksi selama 30 hari dari AS.Pada Jumat lalu (20/3), pemerintah Filipina menyatakan memiliki sekitar 45 hari pasokan bahan bakar. Mereka sedang mengadakan tambahan 1 juta barel minyak untuk memperkuat cadangan domestik.Pekan lalu, AS memberikan keringanan sanksi 30 hari untuk pembelian minyak Iran yang sudah berada di laut.Keringanan ini berlaku untuk minyak yang dimuat ke kapal mana pun, termasuk tanker yang terkena sanksi, pada atau sebelum 20 Maret dan dibongkar paling lambat 19 April 2026.[Gambas:Video CNN] (pta)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260325082759-85-1341032/tetangga-ri-ini-lobi-as-agar-boleh-impor-minyak-dari-negara-terlarang
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Per Februari 2026, Rp1,65 Triliun KUR Syariah BSI Jangkau 11 Ribu UMKM
06 Apr 2026
Lesu di Penghujung Kuartal I, IHSG Maret Ambles 14,4% ke 7.048
06 Apr 2026
Hadapi Krisis, Purbaya Ungkap RI Ogah Ikuti Saran IMF
06 Apr 2026
Menko Airlangga Izinkan Harga Tiket Pesawat Domestik Naik 13 Persen
06 Apr 2026
Direstui Prabowo Caplok PNM, Purbaya Bakal Sulap Jadi Bank UMKM
06 Apr 2026
Purbaya Tepis Isu Kas Negara Seret, BBM Subsidi Dijamin Tak Naik