Ekonomi 26 Mar 2026 4 views

Slovenia Batasi Beli BBM Maksimal 50 L Imbas Perang Iran vs AS-Israel

Slovenia memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan pribadi. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi kelangkaan di stasiun...

Slovenia Batasi Beli BBM Maksimal 50 L Imbas Perang Iran vs AS-Israel
Slovenia memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan pribadi. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi kelangkaan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang dipicu oleh penimbunan dan pembelian lintas negara. Banyak pengemudi dari negara tetangga, terutama Austria, memanfaatkan harga BBM yang lebih murah di Slovenia.

Perdana Menteri Slovenia, Robert Golob, menyatakan bahwa pembatasan ini juga berlaku untuk perusahaan dan konsumen prioritas seperti petani, dengan batas maksimal 200 liter per hari. Meskipun ada pembatasan, Golob memastikan stok BBM di Slovenia aman dan tidak akan terjadi kelangkaan total.

Pembatasan ini diterapkan bersamaan dengan penyelenggaraan pemilu di Slovenia. Sebelumnya, pemerintah menyoroti kinerja perusahaan distributor minyak terbesar di Slovenia, Petrol. Pada Minggu (22/3), pemerintah menuding Petrol gagal mengatasi gangguan distribusi BBM.

Pemerintah Slovenia telah menginstruksikan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran dalam perdagangan bahan bakar dan pengelolaan infrastruktur kritis. Pemerintah Slovenia memiliki saham sebesar 32,3 persen di Petrol. Sovereign Wealth Fund Slovenia juga diminta untuk mengadakan rapat pemegang saham guna melakukan audit khusus terhadap operasi logistik Petrol sejak 16 Maret. Selain itu, Kementerian Dalam Negeri Slovenia telah diperintahkan untuk menyerahkan laporan kepada aparat penegak hukum terkait dugaan tindak pidana oleh sejumlah staf Petrol.

Menanggapi tuduhan tersebut, Petrol membantah adanya pelanggaran. Mereka menjelaskan bahwa gangguan pasokan di beberapa SPBU terjadi karena lonjakan permintaan yang tiba-tiba dalam beberapa hari terakhir. Petrol menegaskan tidak ada ketidakteraturan atau tanggung jawab atas kelangkaan tersebut, dan tim koordinasi krisis terus memantau situasi untuk menstabilkan pasokan.

Pemerintah Slovenia juga mengerahkan militer untuk mendukung distribusi BBM. Selain itu, pemerintah mengimbau pelaku ritel untuk menyiapkan langkah khusus bagi pengemudi asing yang ingin mengisi BBM di Slovenia, meskipun bentuk kebijakan tersebut belum dirinci.

Pada Minggu lalu, banyak SPBU di Slovenia tutup. Sementara itu, SPBU milik grup MOL asal Hungaria tetap buka, namun telah membatasi pembelian lebih ketat, yakni hanya 30 liter untuk kendaraan pribadi.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260326121757-85-1341446/slovenia-batasi-beli-bbm-maksimal-50-l-imbas-perang-iran-vs-as-israel
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.