Kisah 35 Tahun Pemberdayaan BRI Kembangkan UMKM Ayam Panggang Bu Setu
Judul: Kisah 35 Tahun Pemberdayaan BRI Kembangkan UMKM Ayam Panggang Bu Setu Jakarta, Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Ayam Panggang Bu Setu merupakan salah satu destinasi kuline...
Jakarta, Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Ayam Panggang Bu Setu merupakan salah satu destinasi kuliner populer. Aroma asap kayu bakar membuktikan perjalanan panjang usaha keluarga yang telah berdiri selama lebih dari tiga dekade.Subiyanto, pengelola dari generasi kedua menyampaikan bahwa Ayam Panggang Bu Setu dirintis oleh kedua orang tuanya pada 1990-an. Dari berjualan keliling pada awalnya, lalu berkembang menjadi usaha rumahan dengan promosi yang saat itu masih mengandalkan perantara mulut ke mulut.Menurut Subiyanto, kunci daya tarik Ayam Panggang Bu Setu terletak pada konsistensi mereka mempertahankan proses memasak tradisional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Daya tarik Ayam Panggang Bu Setu terletak pada konsistensi kami mempertahankan proses memasak tradisional menggunakan kayu bakar keras, seperti mahoni atau jati. Meskipun zaman sudah modern, kami tidak beralih ke kompor gas agar kematangan ayam sempurna dan ciri khas kami tetap terjaga," ujar Subiyanto.Salah satu menu favorit adalah Ayam Panggang Bumbu Rujak. Perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih meresap hingga ke serat daging ayam kampung yang empuk, menjadikannya cocok dinikmati bersama keluarga.
Bagi Ayam Panggang Bu Setu, musim mudik Lebaran selalu menjadi periode paling ramai dalam setahun. Para pemudik yang melintas di Magetan kerap menyempatkan diri singgah untuk menikmati kuliner legendaris ini. Lonjakan pengunjung biasanya mulai terasa dua hari sebelum Lebaran hingga sekitar lima hari setelahnya.Perkembangan usaha Ayam Panggang Bu Setu tidak lepas dari dukungan perbankan yang telah mendampingi usaha keluarga ini sejak awal. Subiyanto mengenang bahwa sang ayah memulai mengenal kemitraan dengan BRI pada tahun 1992 dengan modal awal sebesar Rp250 ribu."Dulu sebelum ada modal dari BRI, kami beli ayam ke tengkulak dengan sistem utang, harganya jauh lebih mahal. Setelah ada pinjaman dari BRI, kami bisa beli cash dan harga jual ke konsumen pun jadi lebih terjangkau," katanya.Seiring waktu, usaha Ayam Panggang Bu Setu terus mendapatkan akses permodalan dari BRI untuk pengembangan usaha. Subiyanto yang juga memanfaatkan layanan digital BRI untuk mengelola usaha, berharap agar fasilitas tersebut terus ditingkatkan.Ia mengakui, dukungan keuangan yang mudah dan cepat dari BRI membantu perkembangan usaha keluarga, hingga mampu memperluas lahan dan membangun fasilitas restoran yang lebih nyaman.Corporate Secretary BRI, Dhanny menyatakan bahwa BRI selalu konsisten dalam memberikan dukungan permodalan, melakukan pendampingan, hingga penerapan digitalisasi bagi pelaku UMKM."Kami senantiasa berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, terutama pada sektor-sektor produktif. Kisah pelaku usaha Ayam Panggang Bu Setu menjadi contoh nyata dukungan pendanaan BRI dalam mendorong perekonomian masyarakat sekaligus menjadi kisah inspiratif yang dapat ditiru oleh pelaku usaha lainnya," kata Dhanny.Hingga Desember 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Lebih dari 60 persen penyaluran KUR tersebut dialokasikan ke sektor produksi, dengan porsi sektor produksi mencapai 64,49 persen dari total penyaluran. (rea/rir)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260328092446-625-1342039/kisah-35-tahun-pemberdayaan-bri-kembangkan-umkm-ayam-panggang-bu-setu
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Purbaya Jamin Harga Pertalite Tak Naik Sampai Akhir Tahun
06 Apr 2026
Low Cost Operator, Elnusa Bidik Efisiensi Operasi Migas hingga 25%
06 Apr 2026
Purbaya Bongkar Penyebab APBN Sudah Tekor Rp240,1 T per Maret
06 Apr 2026
Purbaya Umumkan APBN Tekor Rp240,1 T per Maret 2026
06 Apr 2026
Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp100 T per Februari 2026
06 Apr 2026
Mentan Jamin WFH PNS Tiap Jumat Tak Ganggu Produktivitas Pangan