Harga Minyak Dunia Turun 1 Persen ke US$111,56 per Barel
Judul: Harga Minyak Dunia Turun 1 Persen ke US$111,56 per Barel Jakarta, Harga minyak dunia berbalik melemah dalam perdagangan Asia pada Selasa (31/3), setelah muncul laporan bahw...
Jakarta, Harga minyak dunia berbalik melemah dalam perdagangan Asia pada Selasa (31/3), setelah muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terbuka untuk mengakhiri konflik dengan Iran.Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent kontrak Mei turun US$1,22 atau 1,08 persen menjadi US$111,56 per barel setelah sebelumnya sempat naik 2 persen. Sementara kontrak yang lebih aktif untuk Juni berada di level US$105,76 per barel.Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS kontrak Mei juga turun 98 sen atau 0,95 persen ke posisi US$101,90 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 9 Maret pada awal perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan harga terjadi setelah laporan media menyebut Trump bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran meski Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka kembali.Lihat Juga :Bahlil soal Harga BBM Naik: Tunggu Tanggal Main, Diputuskan Presiden
Sebelumnya, Trump sempat memperingatkan akan menghancurkan fasilitas energi Iran jika Teheran tidak membuka jalur tersebut.Meski demikian, analis menilai pelemahan harga ini bersifat sementara karena pemulihan pasokan global masih bergantung pada normalisasi arus minyak melalui Selat Hormuz.Pendiri SS Wealth Street, Sugandha Sachdeva, mengatakan ketidakpastian masih akan berlanjut meski ada sinyal diplomatik. Menurutnya, perbaikan infrastruktur yang rusak juga membutuhkan waktu sehingga pasokan tetap terbatas.Ketegangan di kawasan turut meningkat setelah kapal tanker minyak Kuwait Petroleum Corp, Al Salmi, dilaporkan terkena serangan yang diduga dilakukan Iran di pelabuhan Dubai, memicu kekhawatiran potensi tumpahan minyak.
Data Kpler menunjukkan Arab Saudi telah mengalihkan ekspor minyaknya melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah, dengan volume mencapai 4,658 juta barel per hari pekan lalu, melonjak tajam dibandingkan rata-rata awal tahun.Di sisi lain, survei awal menunjukkan stok minyak mentah AS diperkirakan menurun pada pekan lalu, seiring berkurangnya persediaan produk turunan seperti distilat dan bensin.Pendiri Vanda Insights, Vandana Hari, menilai pasar minyak masih dibayangi sinyal yang saling bertentangan terkait perkembangan konflik."Minyak mentah kemungkinan akan terus bergerak fluktuatif tanpa arah yang jelas," ujarnya.[Gambas:Video CNN] (ldy/sfr)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260331110913-85-1342840/harga-minyak-dunia-turun-1-persen-ke-us-11156-per-barel
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Harga Ayam Hidup Anjlok ke Rp18 Ribu per Kg
06 Apr 2026
Deret Saham Berpeluang Cuan Saat Pasar Dibayangi Tren Pelemahan
06 Apr 2026
Blak-Blakan SeaBank soal Majukan UMKM RI Lewat Platform UMKM Pintar
06 Apr 2026
IHSG Diperkirakan Tancap Gas Awali Pekan Ini
06 Apr 2026
Bos Vingroup Jadi yang Terkaya di ASEAN, Geser Prajogo Pangestu
05 Apr 2026
Lawan Impor Beras Menir 500 Ribu Ton, Amran Mau Giling Beras Sendiri