Ekonomi 01 Apr 2026 5 views

Sederet Jurus RI Hadapi Lonjakan Harga Minyak: WFH hingga Pangkas MBG

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi dan antisipasi untuk menghadapi lonjakan harga minyak dunia, yang dipicu oleh konflik geopolitik antara Iran, Amerik...

Sederet Jurus RI Hadapi Lonjakan Harga Minyak: WFH hingga Pangkas MBG
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi dan antisipasi untuk menghadapi lonjakan harga minyak dunia, yang dipicu oleh konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan transformasi budaya kerja nasional dan kebijakan energi.

Berikut adalah beberapa jurus yang disiapkan pemerintah:

1. **WFH bagi ASN setiap Jumat:** Pemerintah akan menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini diperkirakan dapat menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp6,2 triliun dari penghematan kompensasi BBM, serta potensi penghematan total belanja BBM masyarakat hingga Rp59 triliun. Langkah ini juga mendorong perubahan perilaku kerja berbasis digital.

2. **Pembatasan Operasional Kendaraan Dinas:** Pemerintah akan membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga 50%, kecuali untuk operasional dan kendaraan listrik. Efisiensi perjalanan dinas dalam negeri akan dipangkas hingga 50%, sementara perjalanan dinas luar negeri hingga 70%. Masyarakat juga didorong untuk menggunakan transportasi publik.

3. **Perluasan Car Free Day (CFD) di Daerah:** Pemerintah mengimbau pemerintah daerah untuk menambah jumlah hari, waktu, dan cakupan ruas jalan CFD, yang akan diatur melalui Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri.

4. **Imbauan WFH bagi Swasta:** Perusahaan swasta diimbau untuk menerapkan WFH, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor. Kebijakan ini akan diatur melalui SE Menteri Ketenagakerjaan. Sektor layanan publik (kesehatan, keamanan, kebersihan) dan sektor strategis (industri, energi, air, bahan pokok, makanan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, keuangan) dikecualikan dari imbauan ini.

5. **Sektor Pendidikan Tetap Normal:** Kegiatan belajar mengajar tatap muka akan tetap berjalan normal selama 5 hari seminggu untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Pendidikan tinggi, khususnya semester 4 ke atas, akan menyesuaikan dengan SE dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

6. **Dorong Masyarakat Hemat Energi:** Masyarakat diimbau untuk membiasakan diri hemat energi dalam aktivitas sehari-hari dan memprioritaskan penggunaan transportasi publik. Meskipun demikian, masyarakat diminta tetap produktif untuk menggerakkan roda ekonomi.

7. **Optimalisasi Belanja Kementerian/Lembaga:** Pemerintah akan melakukan prioritisasi dan *refocusing* belanja Kementerian dan Lembaga, dengan mengalihkan anggaran dari pos-pos kurang prioritas (perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, kegiatan seremonial) ke belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung pada masyarakat. Potensi penghematan dari langkah ini diperkirakan antara Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun.

8. **Penerapan Kebijakan B50:** Kebijakan biodiesel B50 akan diterapkan mulai 1 Juli 2026, yang berpotensi mengurangi penggunaan BBM berbasis fosil sebanyak 4 juta kiloliter dan menghemat subsidi biodiesel hingga Rp48 triliun dalam enam bulan.

9. **Pembatasan Pembelian BBM 50 Liter per Hari:** Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong masyarakat untuk bijak dalam membeli BBM, dengan membatasi pembelian maksimal 50 liter per hari untuk mobil pribadi. Pembatasan ini akan memanfaatkan fitur *barcode* di MyPertamina. Namun, pembatasan ini tidak berlaku untuk angkutan umum seperti angkutan trayek dan bus.

10. **Optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG):** Pemerintah akan mengoptimalkan program MBG dengan mengatur penyalurannya menjadi lima hari dalam seminggu, khususnya untuk penyediaan makanan segar. Pengecualian penyaluran MBG akan diberikan untuk asrama, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), dan daerah dengan tingkat *stunting* tinggi. Potensi penghematan anggaran dari optimalisasi ini diperkirakan mencapai Rp20 triliun.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260401103518-92-1343233/sederet-jurus-ri-hadapi-lonjakan-harga-minyak-wfh-hingga-pangkas-mbg
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.