Pedagang Mengeluh Harga Plastik Melonjak 3 Kali Lipat
Judul: Pedagang Mengeluh Harga Plastik Melonjak 3 Kali Lipat Jakarta, Harga plastik di pasaran mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, bahkan mencapai tiga ka...
Jakarta, Harga plastik di pasaran mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, bahkan mencapai tiga kali lipat di sejumlah wilayah. Kenaikan harga terjadi sebagai dampak meningkatnya konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak global naik signifkan. Pantauan .com di wilayah Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Senin (6/4) menunjukkan adanya kenaikan harga pada berbagai jenis plastik, mulai dari kantong hingga sedotan.Mustaroh, penjual es kelapa di kawasan tersebut mengaku kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis plastik yang ia gunakan untuk berjualan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua merk naik semua," kata Mustaroh saat ditemui di kedainya.Lihat Juga :Harga Plastik di Surabaya Melejit 40% Jadi Efek Domino Konflik Timteng
Ia merinci, harga plastik kantong naik dari Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu, sementara sedotan naik dari Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu. Bahkan, plastik kemasan merek tomat melonjak dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu per pak."Ini saya beli langsung di toko plastik, kalau eceran pasti lebih mahal lagi," ujarnya.Meski biaya operasional meningkat, Mustaroh mengaku belum menaikkan harga jual es kelapa."Nggak (menaikkan harga es kelapa). Jadi ini kita udah aduh-aduhan banget," katanya.
Keluhan serupa disampaikan Yusni, pemilik kios plastik di Pasar Lenteng Agung. Ia menyebut kenaikan harga sudah terjadi sejak bulan puasa."Naik tiga kali lipat semua," ujar Yusni kepada .com, Senin (6/4).Pedagang tersebut mengeluhkan selain harga yang melonjak, ketersediaan barang juga menjadi masalah."Pembeli tetap ada, tapi ya gitu, barangnya yang nggak ada," tambahnya.Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih mengandalkan impor plastik dan produk turunannya. Sepanjang Februari 2026, nilai impor plastik mencapai US$873,2 juta atau sekitar Rp14,84 triliun.Lihat Juga :Pengusaha Laporkan Harga Bahan Baku Mulai Naik Imbas Perang IranDeputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut impor tersebut berasal dari sejumlah negara utama."Impor plastik atau barang dari plastik di Februari 2026 mencapai US$873,2 juta," ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4).Ia menambahkan, impor terbesar berasal dari China sebesar US$380,1 juta, disusul Thailand US$82,7 juta dan Korea Selatan US$66,7 juta.Lihat Juga :Harga Melonjak, RI Ternyata Masih Impor Plastik Rp14,84 T per FebruariSementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui telah menerima keluhan dari para pedagang terkait kenaikan harga plastik."Saya dengar bijih plastiknya naiknya luar biasa. Karena plastik itu kan dari BBM," kata Zulkifli.Ia menyebut pemerintah akan membahas kenaikan harga tersebut dengan pihak terkait."Ya nanti kita akan bahas secara khusus, kok tiba-tiba naiknya begitu tinggi. Kita akan undang beberapa pihak terkait," ujar Zulhas sapaan akrabnya. (lau/ins)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260406124747-92-1344693/pedagang-mengeluh-harga-plastik-melonjak-3-kali-lipat
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Pemerintah Rogoh Rp1,3 T per Bulan untuk Bebaskan PPN Tiket Pesawat
06 Apr 2026
Purbaya Jamin Harga BBM Bersubsidi Tak Naik Hingga Akhir Tahun
06 Apr 2026
IHSG "Kurang Darah" Ditutup ke 6.989 Sore Ini
06 Apr 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.035 per Dolar AS Sore Ini
06 Apr 2026
KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Sejumlah Perjalanan Kereta Terganggu
06 Apr 2026
Angkasa Pura Alihkan Rute Penerbangan Imbas Cuaca Buruk di Jakarta