Purbaya Buka-bukaan Alasan Tak Naikkan Harga BBM
Judul: Purbaya Buka-bukaan Alasan Tak Naikkan Harga BBM Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tetap menahan harga bahan bakar minyak (BBM)...
Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tetap menahan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026 meski harga minyak dunia meningkat. Namun, ia mengakui kebijakan tersebut memiliki konsekuensi terhadap perekonomian.Purbaya menjelaskan keputusan menahan harga BBM diambil dengan mempertimbangkan beban masyarakat. Menurutnya, kenaikan harga BBM akan langsung menekan daya beli, terutama kelompok berpendapatan rendah."Ketika BBM naik, beban hidup rakyat banyak," ujar Purbaya ketika ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (7/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, ia menekankan kebijakan tersebut bukan tanpa dampak. Secara ekonomi, ruang fiskal pemerintah menjadi lebih terbatas karena anggaran harus digunakan untuk menjaga harga tetap stabil.Lihat Juga :Purbaya soal Potong Gaji Menteri: Kayaknya 25 Persen
Ia menggambarkan kebijakan tersebut sebagai bentuk trade-off antara menjaga daya beli masyarakat dan memberikan ruang belanja yang lebih besar bagi pemerintah."Kalau saya naikin BBM-nya, ruangnya kan jadi punya saya. Tapi rakyat kan harus bayar. Lebih melambatkan ekonominya," jelasnya.[Gambas:Youtube]Purbaya juga menyoroti perdebatan klasik dalam ekonomi terkait efektivitas belanja antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, dalam jangka pendek, masyarakat dinilai lebih efisien dalam mengalokasikan pengeluaran dibandingkan pemerintah.Untuk menggambarkan hal tersebut, ia memberikan ilustrasi sederhana. Ia mengibaratkan jika pendapatan masyarakat diambil sebagian oleh pemerintah untuk kemudian dibelanjakan kembali, hasilnya belum tentu lebih efisien dibandingkan jika masyarakat membelanjakan langsung sesuai kebutuhannya.
Dalam ilustrasi itu, ketika sebagian besar pendapatan dikelola sendiri oleh masyarakat, pengeluaran cenderung lebih tepat sasaran. Sebaliknya, jika porsi yang dikelola pemerintah lebih besar, kemudian didistribusikan kembali secara umum, misalnya dibagi rata antar kementerian atau lembaga, maka efisiensinya bisa menurun karena tidak sepenuhnya mencerminkan kebutuhan riil di lapangan."Saya belanjain lebih baik nggak dengan Anda belanjain? Hampir pasti nggak. Karena dia (masyarakat) belanjain sesuai dengan Kebutuhannya sehingga pas. Kalau saya bisa aja bagi-bagi. Pukul rata tuh antar kementerian lembaga sehingga efisiensinya berkurang," ujarnya.Lihat Juga :Prabowo saat Purbaya Lapor Setoran Pajak Naik: Sudah Pada Takut, Ya?Sebelumnya, Purbaya memastikan harga BBM subsidi, seperti Solar dan Pertalite, tidak akan naik hingga akhir 2026. Pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak global, termasuk jika harga mencapai US$100 per barel.Dalam skenario tersebut, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperkirakan tetap terjaga di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), yakni sekitar 2,92 persen.Ia menegaskan APBN akan menjadi bantalan untuk menjaga stabilitas harga energi dan melindungi masyarakat dari gejolak harga global."Jadi masyarakat tidak usah khawatir, kita sudah hitung semuanya," kata Purbaya.Lihat Juga :Purbaya Sebut Defisit APBN Membengkak karena Pemerintah Kebut Belanja (lau/ins)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260407144859-532-1345162/purbaya-buka-bukaan-alasan-tak-naikkan-harga-bbm
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Pupuk Indonesia Bangun Dua Pabrik Metanol di Aceh dan Kaltim
07 Apr 2026
AmCham Ingin Terus Berkolaborasi Bangun Ekonomi-Pekerjaan di RI
07 Apr 2026
Rupiah Tembus Level Terendah Sepanjang Sejarah, Ini Kata Airlangga
07 Apr 2026
Purbaya Sebut Serap 1 Juta Tenaga Kerja, MBG Dorong Ekonomi 1% Lebih
07 Apr 2026
Rupiah Ditutup Rp17.105 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah RI
07 Apr 2026
BNI Tutup Internet Banking Mulai 4 Mei 2026