Siap Meluncur 2026, Kemenaker Garap Program Pelatihan Kerja Difabel
Judul: Siap Meluncur 2026, Kemenaker Garap Program Pelatihan Kerja Difabel Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyiapkan program pelatihan kerja bagi penyandang...
Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyiapkan program pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas (difabel) guna meningkatkan akses dan kesempatan kerja yang setara di Indonesia. Diharapkan tahun ini bisa segera diluncurkan.
Yassierli mengatakan, pemerintah berkomitmen menghadirkan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat, termasuk kelompok difabel, dalam dunia kerja. Ia menyebut hal tersebut sebagai bagian dari visinya dalam mengelola sektor ketenagakerjaan.
"Ketika saya mengelola sektor ketenagakerjaan, saya mempunyai mimpi bahwa setiap orang di negara ini harus memiliki akses dan kesempatan yang sama. Itu adalah mimpi saya, termasuk bagi mereka yang memiliki kemampuan berbeda atau disabilitas," ujar Yassierli dalam acara a Labor Day Forum di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Selasa (7/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai langkah konkret, Kementerian Ketenagakerjaan menggandeng perusahaan multinasional untuk membangun vocational training center khusus bagi difabel. Fasilitas tersebut ditargetkan dapat mulai direalisasikan tahun ini.
Lihat Juga :
Menaker Minta Perusahaan AS di RI Umumkan Lowongan Kerja ke Pemerintah
"Alhamdulillah saya dapat support dari sebuah perusahaan multinational juga untuk membangun vocational training center untuk difable. Semoga tahun ini bisa diwujudkan," jelasnya.
Melalui program ini, pemerintah akan melatih penyandang disabilitas sesuai dengan potensi dan jenis pekerjaan yang dapat mereka lakukan. Misalnya, tunanetra untuk pekerjaan operator call center, tunarungu di bidang pengemasan (packaging), serta tunadaksa yang didukung dengan fasilitas kerja ramah kursi roda.
Yassierli mengungkapkan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia yang siap untuk bekerja mencapai sekitar 1 hingga 2 juta orang, yang dinilai memiliki potensi untuk berkontribusi dalam dunia kerja.
"Saya berharap saya bisa mewujudkan mimpi ini. Ya seribu, dua ribu, sepuluh ribu kemudian kita bisa rekrut mereka. Dan kebahagiaan kita adalah ketika mereka tersenyum," imbuhnya.
Menurutnya, stigma bahwa difabel menjadi beban bagi perusahaan perlu diubah. Pemerintah ingin memastikan mereka dapat memberikan nilai tambah (value added) bagi industri, meski dengan pola kerja yang disesuaikan.
"Mungkin kita membayangkan dengan disability, mereka akan menjadi burden for the company (beban perusahaan). Kita ingin ubah itu, sehingga kami siap untuk melatih mereka. They have to contribute value added to the company (mereka bisa berkontribusi bagi perusahaan)," katanya.
Ia juga menyinggung adanya regulasi yang mewajibkan perusahaan merekrut minimal 1 persen tenaga kerja dari kalangan disabilitas. Namun, pemerintah lebih mengedepankan pendekatan kolaboratif dibandingkan pemaksaan.
"Kami tidak ingin memaksa, tapi mengajak. Pemerintah siap menyiapkan tenaga kerjanya agar bisa terserap di industri," pungkasnya. (ldy/ins)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260407170844-92-1345232/siap-meluncur-2026-kemenaker-garap-program-pelatihan-kerja-difabel
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
08 Apr 2026
Purbaya dan Danantara Buka Suara soal Kepemilikan Kereta Cepat Whoosh
08 Apr 2026
Harga Plastik Naik 60 Persen di Surabaya, UMKM Didesak Ganti Kemasan
07 Apr 2026
Hitungan Amran: Stok Beras 4,6 Juta Ton Cukup untuk 11 Bulan
07 Apr 2026
Siapkan Solusi, Mentan Amran Bakal Cek Harga Ayam Hidup yang Anjlok
07 Apr 2026
BI Buka Suara soal Rupiah Tembus Level Terendah Sepanjang Sejarah
07 Apr 2026
Ada 15 Juta Ton, Pupuk Indonesia Pastikan Produksi Aman